Lorenzo Membalap dengan Rasa Sakit

Kompas.com - 23/10/2009, 21:57 WIB

SEPANG, KOMPAS.com — Jorge Lorenzo mengaku masih merasa sakit akibat jatuh di Phillip Island. Sesaat setelah start di GP Australia akhir pekan lalu, pebalap Spanyol ini menabrak bagian belakang motor Nicky Hayden sehingga dia jatuh dan terlempar ke luar lintasan.

Akibat lanjutnya, mantan dua kali juara dunia kelas 250 cc ini gagal melanjutkan balapan dan peluangnya untuk menjadi juara dunia MotoGP 2009 menjadi sangat tipis. Tak hanya itu, dia mengalami luka di hidung dan tangan.

Meskipun demikian, Lorenzo tampil sangat agresif di sesi latihan GP Malaysia, Jumat (23/10). Rasa sakit tak membuatnya menyerah pada keadaan, tetapi malah membuatnya semakin terpacu untuk mengalahkan lawan-lawannya. Benar sekali, Lorenzo menjadi yang tercepat pada latihan ini.

"Hari ini saya membalap dengan sedikit lebih agresif dan saya merasa baik berada di atas motor sejak start. Karena itu, saya sangat bahagia dengan semua ini setelah apa yang terjadi akhir pekan lalu," ungkap Lorenzo, yang membutuhkan keajaiban untuk menghalangi rekan setimnya di Fiat Yamaha, Valentino Rossi, menjadi juara dunia. "Motor kami bekerja dengan baik."

"Sebenarnya, saya merasa sakit di jari akibat terluka pada hari Minggu lalu. Memang tidak terlalu buruk, tetapi cukup mengganggu ketika akan mengerem."

Lorenzo masih punya peluang untuk mengejar Rossi yang saat ini memimpin klasemen sementara. Akan tetapi, dia perlu sebuah keajaiban untuk menjadi juara dunia karena saat ini mereka terpaut 38 poin dengan kondisi balapan tersisa dua seri lagi. Artinya, Rossi minimal hanya perlu finis keempat di Sepang untuk menyegel gelar juara dunia 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau