Ganda Campuran dan Ganda Putri Indonesia Habis!

Kompas.com - 24/10/2009, 00:57 WIB

ODENSE, KOMPAS.com - Pupuslah harapan Indonesia untuk meraih gelar di nomor ganda campuran turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka Super Series. Setelah unggulan utama Nova Widianto/Liliyana Natsir tersingkir, kini giliran unggulan kedelapan Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita, yang harus angkat kaki dari kejuaraan berhadiah 200.000 dollar AS tersebut.

Pada perebutan tiket semifinal, Jumat (23/10), Devin/Lita menyerah dua set langsung 19-21 12-21 dari pasangan tuan rumah Joachim Fischer/Christinna Pedersen. Artinya, habislah wakil Indonesia di nomor ini. Sedangkan bagi Fischer/Pedersen yang merupakan unggulan kedua, kesuksesan tersebut membuat mereka tetap memelihara peluang untuk mempertahankan gelar, dan selanjutnya akan menghadapi pasangan Polandia Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk.

Di set pertama, Devin/Lita memberikan perlawanan yang seimbang sehingga terjadi pertarungan yang ketat dan seru. Setelah tertinggal di awal pertandingan, pasangan Indonesia ini mampu mengejar dan balik unggul 14-21.

Tetapi setelah itu, perolehan poin Devin/Lita tertahan sedangkan Fischer/Pedersen bisa menambah lima poin secara beruntun untuk unggul 17-14. Kemudian, Devin/Lita bisa mengejar dan menyamakan skor menjadi 19-19. Sayang, di angka kritis ini Devin/Lita gagal meraih poin sehingga mereka menyerah 19-21.

Di set kedua, Devin/Lita tak berdaya menahan gempuran pasangan tuan rumah tersebut. Sempat mengejar untuk menyamakan skor menjadi 4-4, performa Devin/Lita tak membaik sehingga mereka semakin jauh tertinggal, apalagi setelah Fischer/Pedersen menambah enam poin beruntun untuk unggul 16-8.

Di angka tersisa, Devin/Lita berusaha memberikan perlawanan untuk membuka harapan meraih kemenangan dan memaksa rubber game. Tetapi usaha pasangan Pelatnas Cipayung ini tak menuai hasil, karena Fischer/Pedersen yang sudah berada di atas angin tak bisa dibendung untuk menang 21-12 dan lolos ke semifinal.

Ganda putri juga habis

Setali tiga uang dengan ganda campuran, nasib pemain Indonesia di sektor ganda putri pun demikian. Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari yang menjadi satu-satunya wakil Tanah Air pada nomor ini di perempat final, gagal melewati adangan pasangan Jepang Shizuka Matsuo/Mami Naito.

Dalam pertarungan selama 43 menit, Shendy/Meiliana yang merupakan unggulan ketiga menyerah 18-21 18-21 dari pasangan Jepang yang tidak diunggulkan tersebut.

Di awal pertandingan, Shendy/Meiliana tampil cukup bagus karena mampu memimpin jalannya pertandingan. Bahkan, pasangan Pelatnas ini memiliki peluang untuk menang ketika sudah unggul 18-16. Sayang, mereka gagal memanfaatkan kesempatan itu dan sebaliknya Matsuo/Naito yang melejit dengan perolehan lima poin secara beruntun untuk memenangkan set pertama.

Pada set kedua, performa Shendy/Meiliana agak menurun. Ini membuat pasangan Jepang dengan cepat melaju dan terus memimpin perolehan poin hingga akhirnya menang 21-18 dan maju ke semifinal.

Dengan kegagalan Devin/Lita serta Shendy/Meiliana, maka secara keseluruhan ada empat wakil Indonesia yang tersingkir di perempat final. Sebelumnya, tunggal putri Adriyanti Firdasari serta ganda campuran Nova/Liliyana, sudah lebih dulu menyerah dari lawan-lawannya.

Sedangkan yang bertahan dan lolos ke semifinal adalah tunggal putra Sony Dwi Kuncoro serta ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan. Harapan masih tersisa di satu wakil lagi, yakni tunggal putra Simon Santoso yang masih sedang bermain untuk memperebutkan tiket ke semifinal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau