Jangan Berat pada Program Kuratif Lagi

Kompas.com - 24/10/2009, 10:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Kebijakan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih diharapkan lebih menekankan kepada kebijakan preventif dan promotif ketimbang kuratif yang bersifat mengobati. Harapan tersebut diungkapkan sejumlah dokter dan guru besar bidang kesehatan masyarakat dalam jumpa pers, Jumat (23/10).

Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Does Sampoerno, mengungkapkan perlunya menteri baru mengevaluasi kebijakan yang kurang tepat pada masa lalu. Pada era sebelumnya kebijakan bersifat lebih kuratif. Anggaran kesehatan, misalnya, sekitar 60 persen untuk program kuratif seperti Jaminan Kesehatan Masyarakat. Menurut dia, anggaran untuk program bersifat hulu perlu diperbesar.

Dia mengatakan, Indonesia mempunyai beban multi, yakni penyakit menular lama, penyakit berpotensi pandemik, penyakit akibat gaya hidup, serta penyakit lantaran perubahan iklim dan lingkungan.

"Itu tidak bisa diatasi dengan Jamkesmas atau membangun rumah sakit atau puskesmas sebanyak mungkin. Penanganannya harus dalam kerangka kesehatan masyarakat yang bersifat preventif dan promotif," lanjut Hasbullah Tabrani, guru besar FKM UI.

Selama ini kesehatan masih dipandang sebagai imbas pembangunan ekonomi. Padahal, kesehatan berperan dalam pembangunan manusia.

Guru besar dalam Ilmu Kedokteran Komunitas dan Keluarga Fakultas Kedokteran UI, Firman Lubis, mengatakan, pencapaian target Millenium Development Goals, terutama angka kematian ibu yang masih tinggi, harus menjadi perhatian.

Pengamat kebijakan bidang kesehatan dan mantan Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia, Kartono Muhammad mengatakan, rakyat yang hidup sehat harus menjadi prioritas dan harus mendapat layanan kesehatan bermutu serta mampu mencegah berbagai penyakit.

Kartono juga berharap agar masyarakat memberikan kesempatan kepada Menteri Kesehatan untuk bekerja dan membuktikan diri tanpa diganggu gosip seputar pemilihan dirinya. (INE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau