Abdullah Merapat ke Karzai

Kompas.com - 24/10/2009, 10:55 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Pesaing pemilihan presiden Afganistan Abdullah Abdullah, Jumat (23/10), memutuskan bergabung dengan pemerintah Hamid Karzai, jika incumbent itu mengalahkannya dalam pemilihan putaran kedua pada 7 November.
    
"Saya rasa saya telah meninggalkan pemerintah Karzai sekitar tiga setengah tahun yang lalu, dan sejak itu saya tak berusaha menjadi bagian dari pemerintah... bagian dari situasi yang makin memburuk," kata mantan menteri luar negeri ini kepada CNN.
    
"Karena itu, saya sama sekali tidak tertarik dengan skenario seperti itu. Sementara itu, pada saat yang sama, demi kepentingan negara saya, jika Karzai terpilih melalui proses yang transparan dan kredibel, saya akan jadi orang pertama yang mengucapkan selamat kepadanya," katanya.
    
Abdullah juga menuduh pemerintah Karzai dan Komisi Pemilihan Independen (IEC) telah bersekongkol dalam kecurangan pemilihan putaran pertama, yang kemudian membawa ke pemilihan putaran kedua.
    
"Namun sayangnya, pemerintah terlibat, IEC terlibat. Ini adalah menurut setiap orang," tuduh Abdullah, yang secara resmi memenangkan 30,59 persen dalam pemungutan suara putaran pertama.
    
Karzai sepakat untuk melaju dalam pemilihan putaran kedua setelah lebih dari sejuta surat suara pada penghitungan suara pertama 20 Agustus dihitung karena diselewengkan. Tindakan itu membuat perolehan suaranya kurang dari 50 persen, pencapaian yang diperlukan untuk menentukan kemenangan.
    
Para pemimpin negara Barat, yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Barack Obama, telah memuji keputusan Karzai untuk maju ke pemilihan putaran kedua. Namun, tersebar luas adanya kekhawatiran mengenai terulangnya proses membahayakan, berkaitan dengan masuknya Afganistan pada musim dingin.
    
IEC Afganistan mengatakan, pemilihan putaran kedua akan dimulai Sabtu, diawali dengan 12 hari kurun kampanye sampai 5 November, dan dilanjutkan pendistribusian materi pemilihan ke seluruh negeri.
    
Obama, yang memerintahkan 21.500 tentara tambahan ke Afganistan pada Maret, mempertimbangkan permintaan dari komandan perang Jenderal Stanley McChrystal tentang penambahan puluhan ribu prajurit untuk menghadapi pemberontakan Taliban di Afganistan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau