HUA HIN, KOMPAS.com — Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 Negara-Negara ASEAN yang diselenggarakan di Hua Hin, Thailand, diharapkan bisa segera mempercepat pencairan dana multilateral negara-negara ASEAN yang disebut "Inisiatif Chiang Mai". Penggunaan dana tersebut diharapkan sudah bisa dioperasionalkan pada awal tahun depan untuk memperkuat negara-negara ASEAN yang terimbas krisis keuangan global belum lama ini.
Hal itu disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, dalam pengarahannya kepada pers Indonesia, yang menyertai kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sesaat setelah tiba di Grand Pacific Sovereign Resort & Spa, Hua Hin, Provinsi Prachuap Khiri Khan, Thailand, Sabtu (24/10) siang.
"Setelah dana dari Chiang Mai Initiative itu diputuskan, pertanyaannya adalah kapan dana tersebut direalisasikan," kata Dino. Menurut Dino, diharapkan awal tahun depan dana tersebut sudah bisa digunakan.
Chiang Mai Initiative dibentuk Mei 2000 di Kota Ching Mai, Thailand. Inisiatif ini didirikan oleh negara-negara ASEAN bersama Jepang, China, dan Korsel. Dana yang dialokasikan senilai 120 miliar dollar AS.
Tujuan pembentukan Chiang Mai Initiative adalah untuk memperkuat ketahanan ekonomi negara-negara di kawasan ASEAN. Dana tersebut semula hanya senilai 83 miliar dollar AS, tetapi kemudian ditingkatkan menjadi 120 miliar dollar AS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang