Realisasi Dana Chiang Mai Diharapkan Cair Awal Tahun Depan

Kompas.com - 24/10/2009, 16:08 WIB

HUA HIN, KOMPAS.com — Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-15 Negara-Negara ASEAN yang diselenggarakan di Hua Hin, Thailand, diharapkan bisa segera mempercepat pencairan dana multilateral negara-negara ASEAN yang disebut "Inisiatif Chiang Mai". Penggunaan dana tersebut diharapkan sudah bisa dioperasionalkan pada awal tahun depan untuk memperkuat negara-negara ASEAN yang terimbas krisis keuangan global belum lama ini.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, dalam pengarahannya kepada pers Indonesia, yang menyertai kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sesaat setelah tiba di Grand Pacific Sovereign Resort & Spa, Hua Hin, Provinsi Prachuap Khiri Khan, Thailand, Sabtu (24/10) siang.

"Setelah dana dari Chiang Mai Initiative itu diputuskan, pertanyaannya adalah kapan dana tersebut direalisasikan," kata Dino. Menurut Dino, diharapkan awal tahun depan dana tersebut sudah bisa digunakan.

Chiang Mai Initiative dibentuk Mei 2000 di Kota Ching Mai, Thailand. Inisiatif ini didirikan oleh negara-negara ASEAN bersama Jepang, China, dan Korsel. Dana yang dialokasikan senilai 120 miliar dollar AS.

Tujuan pembentukan Chiang Mai Initiative adalah untuk memperkuat ketahanan ekonomi negara-negara di kawasan ASEAN. Dana tersebut semula hanya senilai 83 miliar dollar AS, tetapi kemudian ditingkatkan menjadi 120 miliar dollar AS.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau