JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Indonesia meraih kemenangan 5-0 dalam lanjutan babak penyisihan Grup W Kejuaraan Dunia Junior beregu campuran memperebutkan Piala Suhandinata di Alor Star, Kedah, Malaysia, Sabtu (24/10). Ini merupakan kemenangan ketiga Indonesia dengan skor serupa.
Sebelumnya, pasukan Merah-putih ini menggulung Selandia Baru dan Rusia. Kali ini, mereka membekuk Macau.
Dengan menurunkan materi pemain yang sama dengan ketika melawan Rusia, Jumat (23/10) malam, kecuali tunggal putri, Indonesia tanpa kesulitan meraih kemenangan. Bahkan setiap nomor dapat diselesaikan kurang dari 20 menit.
Ganda putra Rendy Sugiarto/Angga Pratama hanya membutuhkan waktu 13 menit untuk menyudahi perlawanan Cheang Wai Lok/Lam Chi Leong 21-9 21-10 dan menyumbang angka pertama.
Febby Angguni yang tampil pertama kali dalam kejuaraan beregu itu, hanya membutuhkan dua menit lebih lama dari ganda putra tersebut untuk membukukan kemenangan 21-4 21-7 atas Iao Mei Ha.
Evert Sukamta yang bermain paling lama (19 menit) dari kelima partai yang digelar, membuat kedudukan menjadi 3-0 dengan kemenangan 21-7 21-16 atas Lei Meng Fai.
Pasangan Della Destiara/Ni Made Claudia Ayu Wijaya dan Muhammad Ulinnuha/Tiara Rosalia Nuraidah memastikan Indonesia menyapu bersih poin dengan berturut-turut mengungguli Ieong Pek San/Albertina Eugenia De Assis 21-5 21-12 dan Albertino Filipe Jorge De assis/Fong Soi Cheng 21-10 21-7, masing-masing dalam 15 menit.
Selanjutnya, Indonesia yang tahun lalu berakhir di urutan keenam, akan menghadapi juara bertahan China yang secara mengejutkan kehilangan satu poin saat bertemu Rusia.
China mengakhiri pertandingan dengan Rusia dengan kemenangan 4-1 setelah ganda campuran Li Gen/Bao Yixin kalah 14-21 21-18 10-21 dari pasangan Anatoliy Yartsev/Anastasia Nazarchuk.
Kegagalan China menyapu bersih angka atas Rusia itu menurut seorang pelatih Pelatnas Pratama Namrih Suroto, adalah karena juara bertahan itu tidak turun full team.
Soal kemungkinan memenangi pertandingan melawan China yang juga penentuan tim yang lolos ke semifinal, Namrih mengatakan, peluangnya 50-50.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang