Angin Ribut dan Hujan Es Landa Sleman

Kompas.com - 25/10/2009, 03:34 WIB

SLEMAN, KOMPAS - Angin ribut disertai hujan es melanda Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (24/10). Setidaknya, 24 rumah rusak ringan dan berat, puluhan pohon dan tujuh tiang listrik roboh. Lalu lintas penerbangan di Bandara Adisutjipto juga sempat ditutup.

Wilayah terparah terkena angin ribut adalah Desa Ambarketawang. Aliran listrik di wilayah itu terputus. Tidak ada laporan korban jiwa dan luka meski beberapa pengendara motor sempat terjatuh.

Darto (28), warga Dusun Mejing Kidul, Ambarketawang, yang tempat tinggalnya rusak parah akibat terjangan angin, mengatakan, angin ribut muncul sekitar pukul 13.30. ”Anginnya berputar cepat disertai hujan es sekitar 10 menit,” katanya.

Ia dan istrinya langsung keluar rumah saat mendengar suara keras dari atap rumahnya yang terbuat dari asbes. ”Setelah saya lari, atap rumah lepas ditiup angin,” kata Darto.

Selain atap, tembok rumah yang terbuat dari bata setinggi 3 meter juga roboh. Sejumlah rumah lain juga rusak.

Ny Sungkem (38), juga warga Mejing Kidul, bahkan terjebak dalam reruntuhan pondok pemancingan tempatnya bekerja. ”Saat kejadian saya lari ke dalam pondok, tetapi angin kencang sekali sehingga pondok roboh,” katanya. Untung Sungkem berlindung di bawah meja sehingga ia selamat dari reruntuhan pondok yang terbuat dari kayu dan bambu itu.

Anggota staf Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta, Agus Triyanto, menyatakan belum bisa memastikan jenis angin yang melanda Kecamatan Gamping itu.

Namun, jika mendengar keterangan warga, kemungkinan angin itu terbentuk dari awan cumullus nimbus yang terbentuk akibat musim pancaroba. Kecepatan angin kategori ribut kuat dalam skala Beaufort berkisar 76-87 kilometer per jam.

KA dan penerbangan

Perjalanan kereta api yang melintasi Ambarketawang juga sempat dihentikan akibat kabel listrik roboh melintang di rel. Saidi, petugas penjaga perlintasan kereta api Mejing Kidul, mengatakan, empat perjalanan KA dihentikan selama satu jam akibat peristiwa tersebut, yaitu dua KA Prambanan Ekspres Solo-Kutoarjo serta KA Argowilis dan Pasundan jurusan Bandung- Surabaya.

Manajer Operasi Bandara Adisutjipto Halendra YW mengatakan, aktivitas penerbangan sempat ditutup pukul 15.20-16.20 akibat cuaca buruk. ”Hujan lebat menyebabkan jarak pandang tidak memenuhi standar minimal keselamatan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat karena hanya berkisar 200-1.000 meter dari idealnya 1.200-4.000 meter,” katanya.

Akibatnya, kata Halendra, dua pendaratan pesawat, yakni Batavia Air dan Garuda Indonesia, harus dialihkan ke bandara lain dan satu jadwal keberangkatan Lion Air tujuan Jakarta ditunda. ”Setelah itu, penerbangan normal lagi,” katanya. (ENG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau