Wilayah terparah terkena angin ribut adalah Desa Ambarketawang. Aliran listrik di wilayah itu terputus. Tidak ada laporan korban jiwa dan luka meski beberapa pengendara motor sempat terjatuh.
Darto (28), warga Dusun Mejing Kidul, Ambarketawang, yang tempat tinggalnya rusak parah akibat terjangan angin, mengatakan, angin ribut muncul sekitar pukul 13.30. ”Anginnya berputar cepat disertai hujan es sekitar 10 menit,” katanya.
Ia dan istrinya langsung keluar rumah saat mendengar suara keras dari atap rumahnya yang terbuat dari asbes. ”Setelah saya lari, atap rumah lepas ditiup angin,” kata Darto.
Selain atap, tembok rumah yang terbuat dari bata setinggi
Ny Sungkem (38), juga warga Mejing Kidul, bahkan terjebak dalam reruntuhan pondok pemancingan tempatnya bekerja. ”Saat kejadian saya lari ke dalam pondok, tetapi angin kencang sekali sehingga pondok roboh,” katanya. Untung Sungkem berlindung di bawah meja sehingga ia selamat dari reruntuhan pondok yang terbuat dari kayu dan bambu itu.
Anggota staf Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Yogyakarta, Agus Triyanto, menyatakan belum bisa memastikan jenis angin yang melanda Kecamatan Gamping itu.
Namun, jika mendengar keterangan warga, kemungkinan angin itu terbentuk dari awan cumullus nimbus yang terbentuk akibat musim pancaroba. Kecepatan angin kategori ribut kuat dalam skala Beaufort berkisar 76-87 kilometer per jam.
Perjalanan kereta api yang melintasi Ambarketawang juga sempat dihentikan akibat kabel listrik roboh melintang di rel. Saidi, petugas penjaga perlintasan kereta api Mejing Kidul, mengatakan, empat perjalanan KA dihentikan selama satu jam akibat peristiwa tersebut, yaitu dua
Manajer Operasi Bandara Adisutjipto Halendra YW mengatakan, aktivitas penerbangan sempat ditutup pukul 15.20-16.20 akibat cuaca buruk. ”Hujan lebat menyebabkan jarak pandang tidak memenuhi standar minimal keselamatan untuk pendaratan maupun lepas landas pesawat karena hanya berkisar 200-1.000 meter dari idealnya 1.200-4.000 meter,” katanya.
Akibatnya, kata Halendra, dua pendaratan pesawat, yakni Batavia Air dan Garuda Indonesia, harus dialihkan ke bandara lain dan satu jadwal keberangkatan Lion Air tujuan Jakarta ditunda. ”Setelah itu, penerbangan normal lagi,” katanya.