Waspada! Puting Beliung Akibat Suhu Panas

Kompas.com - 25/10/2009, 18:21 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Meningkatnya suhu panas di Pulau Bali belakangan ini berpotensi menimbulkan angin puting beliung, untuk itu masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini diungkapkan Made Wijendra, prakirawan cuaca dari Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BMG) Wilayah III Denpasar, di Denpasar, Minggu (25/10).

"Meningkatnya suhu udara diatas rata-rata diakibatkan posisi matahari saat ini tepat berada di atas Pulau Bali, sehingga berpotensi menimbulkan hujan lokal dan angin puting beliung," kata Wijendra.

Menurut Wijendra, matahari saat ini sedang bergerak menuju selatan. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga awal bulan November 2009.

Sementara berdasarkan data BMG, suhu udara di Bali saat ini mencapai panas optimum yakni 33 hingga 34 derajat Celcius.

"Sebelumnya suhu udara di Bali maksimum rata-rata 32 derajat Celcius. Kenaikan suhu udara saat ini karena posisi matahari saat ini tepat di atas Pulau Bali, yakni 10 derajat lintang selatan," ujarnya.

BMG Denpasar mengimbau masyarakat Bali agar waspada terhadap dampak perubahan suhu ini. Sejak pertengahan Oktober, suhu udara di Bali memang terasa lebih panas dibanding sebelumnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah warga memang mengeluhkan terjadinya hawa panas dari siang hingga tengah malam.

Namun sebaliknya di sejumlah kawasan wisata pantai di wilayah Sanur, Kuta dan Nusa Dua, meningkatnya suhu udara justru dimanfaatkan sejumlah wisatawan asing untuk berjemur di terik mentari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau