Area Freeport Hanya Boleh Dilalui Pendaki Asing

Kompas.com - 26/10/2009, 09:52 WIB

JAYAPURA, KOMPAS.com - Niat puluhan wartawan untuk mendaki puncak tertinggi di Indonesia, Cartensz, gagal karena manajemen PT Freeport Indonesia tidak mengizinkan mereka melintasi area tambangnya menuju Cartensz.

Diperoleh keterangan, Senin (26/10), perlakuan itu berbeda bagi para pendaki asing dari sejumlah negara Eropa. Tidak jelas apa yang menjadi alasan Freeport yang hanya membolehkan pendaki asing melewati arealnya, sementara wartawan Indonesia justru dilarang.

Akibatnya, puluhah wartawan media nasional kembali ke Jayapura pada Minggu (25/10).
Juru bicara PT Freeport, Mindo Pangaribuan ketika dimintai konfirmasi via telepon selulernya mengatakan, pihaknya tidak bertanggung jawab atas gagalnya keberangkatan puluhan wartawan mendaki puncak Cartensz.

"Jangan salahkan kami kalau wartawan tidak ikut pendakian. Silahkan komplain ke pemerintah daerah Papua. Sebab, merekalah yang menjanjikan dan memfasiltasi," kata Mindo.

Dia mengatakan, soal tak diizinkannya wartawan nasional melintasi area tambang Freeport, kata Mindo, juga bukan tanggung jawab pihaknya. "Tanya fasilitator kalian, kenapa sampai tidak bisa diberangkatkan," ujar Mindo.

Staf Ahli Gubernur Provinsi Papua, Ronald Tapilatu yang juga ikut berangkat dengan rombongan para pendaki asing, belum bersedia memberikan pernyataan.

Jauh hari sebelum rencana ekspedisi itu dilaksanakan, Ronald kepada wartawan mengatakan, pihak Freeport melalui Presiden Direkturnya, Armando, sudah memberikan izin kepada para pendaki untuk melewati areal Freeport.

Tak hanya izin, kata dia, Freeport juga akan memfasilitasi para pendaki hingga tiba di Puncak Cartensz.

Keputusan pihak Freeport disesali para wartawan. Wartawan Radar Timika (1/8), Jawa Pos (3/8), Mustofa mengatakan, dari awal dia pesimis manajemen Freeport yang selama ini terkenal tertutup, akan mengizinkan wartawan melewati areanya.

Lasaruz Gon dari majalah Foja mengungkapkan, dirinya sangat kecewa dengan sikap panitia yang tidak bertanggung jawab dengan kondisi yang terjadi saat ini.

"Karena dijanjikan sudah beres dengan Freeport dan bersedia menfasilitasi, makanya kami bersedia ikut, tapi kenyataannya nol besar," ujarnya.

Hal senada dirasakan Jorsul Sotuan dari tvOne. "Kami ini sudah empat hari di Timika tanpa ada kejelasan, dan panitia hanya omong kosong belaka dengan pernyataan sebelumnya," katanya.

Pendakian Cartensz difasilitasi Papua Promotion House di Eropa milik Pemerintah Provinsi Papua. Pendakian dilakukan dalam rangka clean up and survey base camp Carstenz Piramid.
Kegiatan diikuti wartawan Indonesia dan pendaki yang berasal dari sejumlah negara, yakni Austria, Switzerland, dan Jerman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau