NEW DELHI, KOMPAS.com-Maruti-Suzuki India Ltd., yang menguasai setengah dari pasar mobil di India, para kuartal kedua 2009, berhasil memperbesar pundi-pundi keuntungannya sampai 93 persen.
Menurut rilis perusahaan tersebut, kenaikkan laba diperoleh berkat penjualan yang meningkat, terutama meluncurkan model terbaru. Ternyata, produk baru Maruti-Suzuki memenuhi keinginan konsumen India.
Ekspor Maruti Suzuki juga meningkat dua kali lipat, terutama ke Eropa. Hal tersebut dipicu oleh paket stimulus pemerintah negara-negara Eropa, dengan memberikan subsidi kepada pembeli mobil baru dan membesi-tuakan kendaraan lamanya.
Pemerintahan di Eropa berusaha memacu industri dan bisnis otomotif mereka dengan menawarkan insentif bagi konsumen untuk membeli produk baru yang lebih irit dan ramah lingkungan. Utamannya di Jerman.
Pendapatan bersih dalam 3 bulan kedua 2009, Juli-September naik 5,7 miliar rupee (123 juta dolar AS). Penjualan Swift dan Ritz (Splash) dan model lain naik 30 persen setelah, bunga kredit turun.
Selama kuartal kedua, Juli-September, Maruti-Suzuki telah menjual 246.188 mobil dalam berbagai kategori, itu van dan SUV. Tahun lalu, pada periode sama, hanya 189.451. Sementara ekspor 37,105 unit, tahun lalu 17.745 unit.
Maruti berharap melipatkan gandakan produksi mesin K-Series sampai 500.000 per tahun. Mesin ini digunakan pada A-Start atau Splash yang dipasok Maruti ke Nissan dan dijual ke Eropa dengan nama Pixo.
Bunga Murah
Penjualan domestik meningkat karena bunga murah dari bank sentral India. Pemerintah India juga menurunkan pajak dan meningkatkan belanja untuk memperbaiki perekonomian negara tersebut akibat resesi global.
Hampir 80 persen pembelian mobil di India dilakukan secara kredit. “Kelas menengah tumbuh, pendapatan bertambah, terjadi perpindahan dari motor membeli mobil,” kata Taina Erajuuri, yang mengelola lebih dari 100 juta euro (150 juta dolar) aset India, termasuk saham Maruti, di FIM Asset Management di Helsinki.
Faktor lain yang menyebabkan penjualan Maruti naik, berkembangnya pasar semi-urban, inflasi rendah dan harga minyak yang relatif murah.
Selama kuartal kedua tersebut, penjualan domestik Maruti tumbuh 21,8 persen, yaitu 209.083 unit yang dipimpin oleh model baru Estilo, A-Start dan Ritz, Alto dan Swift.
Maruti juga mengekspor A-Star sebagai Celerio ke Amerika Latin dan Afrika Selatan. Ekspor A-Star telah mencapai 77.700 unit, sejak mulai dikapalkan awal Januari 2009.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang