Laba Maruti-Suzuki Naik, Ekspor ke Eropa Terus Tumbuh

Kompas.com - 26/10/2009, 18:30 WIB

NEW DELHI, KOMPAS.com-Maruti-Suzuki India Ltd., yang menguasai setengah dari pasar mobil di India, para kuartal kedua 2009, berhasil memperbesar pundi-pundi keuntungannya sampai 93 persen.

Menurut rilis perusahaan tersebut, kenaikkan laba diperoleh berkat penjualan yang meningkat, terutama meluncurkan model terbaru. Ternyata, produk baru Maruti-Suzuki memenuhi keinginan konsumen India.

Ekspor Maruti Suzuki juga meningkat dua kali lipat, terutama ke Eropa. Hal tersebut dipicu oleh paket stimulus pemerintah negara-negara Eropa, dengan memberikan subsidi kepada pembeli mobil baru dan membesi-tuakan kendaraan lamanya.

Pemerintahan di Eropa berusaha memacu industri dan bisnis otomotif mereka dengan menawarkan insentif bagi konsumen untuk membeli produk baru yang lebih irit dan ramah lingkungan. Utamannya di Jerman.

Pendapatan bersih dalam 3 bulan kedua 2009, Juli-September naik 5,7 miliar rupee (123 juta dolar AS). Penjualan Swift dan Ritz (Splash) dan model lain naik 30 persen setelah, bunga kredit turun.
Selama kuartal kedua, Juli-September, Maruti-Suzuki telah menjual 246.188 mobil dalam berbagai kategori, itu van dan SUV. Tahun lalu, pada periode sama, hanya 189.451. Sementara ekspor 37,105 unit, tahun lalu 17.745 unit.

Maruti berharap melipatkan gandakan produksi mesin K-Series sampai 500.000 per tahun. Mesin ini digunakan pada A-Start atau Splash yang dipasok Maruti ke Nissan dan dijual ke Eropa dengan nama Pixo.

Bunga Murah
Penjualan domestik meningkat karena bunga murah dari bank sentral India. Pemerintah India juga menurunkan pajak dan meningkatkan belanja untuk memperbaiki perekonomian negara tersebut akibat resesi global.

Hampir 80 persen pembelian mobil di India dilakukan secara kredit. “Kelas menengah tumbuh, pendapatan bertambah, terjadi perpindahan dari motor membeli mobil,” kata Taina Erajuuri, yang mengelola lebih dari 100 juta euro (150 juta dolar) aset India, termasuk saham Maruti, di FIM Asset Management di Helsinki.

Faktor lain yang menyebabkan penjualan Maruti naik, berkembangnya pasar semi-urban, inflasi rendah dan harga minyak yang relatif murah.

Selama kuartal kedua tersebut, penjualan domestik Maruti tumbuh 21,8 persen, yaitu 209.083 unit yang dipimpin oleh model baru Estilo, A-Start dan Ritz, Alto dan Swift.

Maruti juga mengekspor A-Star sebagai Celerio ke Amerika Latin dan Afrika Selatan. Ekspor A-Star telah mencapai 77.700 unit, sejak mulai dikapalkan awal Januari 2009.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau