Pemerintah Minta BPK Tuntaskan Audit Century

Kompas.com - 26/10/2009, 19:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Putusan Kejaksaan Agung tentang tidak adanya tindakan melawan hukum atas suntikan dana Rp 6,7 triliun ke Bank Century tak digubris. Pemerintah berharap Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terus menuntaskan audit investigasi dana talangan ini.

Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa seusai mengikuti rapat kabinet terbatas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (26/10) siang. "Kalau Century tunggu. BPK saja belum selesai melakukan audit. Biarkanlah proses itu," kata Hatta.

Seperti diberitakan, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Marwan Effendy menyatakan, penyuntikan dana Rp 6,7 triliun ke Bank Century tidak melanggar hukum karena mendasarkan pada Perppu No 4 Tahun 2008 tentang Jaring Pengaman Sistem Keuangan (JPSK).

Apalagi, kejaksaan berdalih, pengucuran dana itu sudah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan sepengetahuan Bank Indonesia serta Departemen Keuangan. Padahal, Wapres Jusuf Kalla kala itu tegas menyatakan adanya kejanggalan dalam suntikan dana talangan ke Bank Century yang mencapai Rp 6,7 triliun tersebut.

Menyangkut hal ini, Hatta justru tak banyak bicara. Dia memilih Jaksa Agung Hendarman Supandji untuk memberi penjelasan. "Biar Pak Jaksa Agung yang bicara," ujarnya.

Mantan Menteri Sekretaris Negara ini mengemukakan, dalam pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono di Ruang VVIP Bandara Halim Perdanakusuma, tidak ada pembicaraan menyangkut langkah Kejaksaan Agung yang tak menemukan pelanggaran hukum dalam pencairan dana bail out.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau