BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Pemadaman listrik yang terjadi nyaris setiap hari di Kota Bandarlampung mengganggu pelayanan terhadap pasien di sejumlah rumah sakit daerah itu.
"Pemadaman listrik menyebabkan kami tidak bisa mengoperasikan sejumlah alat di sejumlah ruangan, sementara listrik dari genset tidak banyak membantu," kata Kepala Bidang Pelayanan RSUDAM, Pad Dilangga, di Bandarlampung, Selasa (27/10).
Sejumlah ruangan yang terhenti aktivitasnya akibat pemadaman listrik, diantaranya ruang perinatologi, kamar operasi, ruang radiologi, laboratorium, ICU, dan ruang UGD.
Pemadaman listrik menyebabkan sejumlah alat medis pada ruangan tersebut tidak dapat dioperasikan, karena kapasitas listrik yang dihasilkan genset terlalu kecil, sebesar 330 kVA dari lima genset yang dimiliki RSUDAM, sementara kapasitas listrik yang dibutuhkan 690 kVA.
"Banyak alat potensial rusak, apabila tetap dioperasikan saat kami menggunakan genset, sementara pemadaman listrik oleh PLN bisa sampai enam jam," katanya.
Pad mencontohkan, alat CT-scan yang sangat sensitif terhadap arus listrik, dapat rusak apabila tegangan listrik tidak stabil dan kerap terjadi pemadaman.
Contoh lain, alat-alat pada ruang perinatologi, yang sangat tergantung pada pasokan energi listrik, yang terpaksa tidak dapat dioperasikan karena padamnya aliran listrik.
Meski demikian, dia mengaku belum menerima adanya laporan tentang kerusakan alat medis akibat aliran listrik yang tidak stabil tersebut.
"Belum ada laporan, namun kami prediksi akan banyak alat yang potensial rusak akibat ketidakstabilan itu, apabila pengoperasiannya tidak diperhatikan," katanya.
Pengelola RS swasta lain di Bandarlampung, seperti RS Imanuel dan RS Bumi Waras, juga mengeluhkan pemadaman listrik yang makin sering dengan waktu pemadaman bertambah lama.
Pemadaman itu mengakibatkan aktivitas rumah sakit terganggu, terutama pelayanan kepada para pasien.
Krisis listrik di provinsi Lampung saat ini telah mengakibatkan pemadaman bergilir di sejumlah titik di provinsi tersebut pada saat beban puncak dan siang hari.
Krisis listrik diperkirakan berlangsung hingga akhir Desember, akibat tidak beroperasinya salah satu mesin unit PLTU Tarahan, yang saat ini sedang dalam proses pemeliharaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang