Dikecam Ranieri, Ferrara Bela Juventini

Kompas.com - 28/10/2009, 06:31 WIB

TURIN, KOMPAS.com — Pelatih Juventus Ciro Ferrara dengan tegas membantah pernyataan Pelatih AS Roma Claudio Ranieri. Menurut Ferrara, Juventini tidak pernah melarang klub idolanya untuk membeli pemain seperti yang dituduhkan Ranieri.

Bantahan Ferrara tersebut terkait dengan pernyataan Ranieri sebelumnya. "The Tinkerman"—panggilan akrabnya—menyatakan bahwa suporter terlalu mengkontrol sepak bola Italia. Dia menilai hal itu cenderung merusak tatanan sepak bola. Ranieri mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Pelatih Tim Nasional Inggris Fabio Capello yang kecewa dengan tindakan para suporter di Italia.

Ranieri memberi salah satu contoh kasus ketika dia menangani Juventus pada 2007 silam. Saat itu "I Bianconerri" berencana memboyong Dejan Stankovic dari Inter Milan. Usaha keras pun sudah dilakukan agar Stankovic tiba di Turin, tetapi gagal. Ranieri mengklaim, kegagalan tersebut karena Juventini menolak kedatangannya dengan alasan karena Stankovic dari Inter.

Mendengar pernyataan tersebut, Ferrara gerah. Menurutnya, selama 15 tahun dia bersama "Si Nyonya Tua" hal itu tidak pernah terjadi. Dia menegaskan, suporter tidak pernah mencampuri kebijakan pembelian pemain.

"Saya tidak menyesal bahwa Stankovic tidak jadi dibeli. Dia bekerja dengan baik (di Inter), tetapi saya bahagia dengan pemain-pemain yang saya punya. Situasinya tidak seperti dikatakan Ranieri. Pertimbangannya, saya berada di Turin selama 15 tahun dan Juve tidak pernah dihentikan pendukungnya. Kasus (Fabio) Cannavaro menujukkan itu," kilahnya. (ICDS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau