Obama Tak Buru-buru Kirim Pasukan

Kompas.com - 28/10/2009, 06:41 WIB
JACKSONVILLE, KOMPAS.com — Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyatakan tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan soal penambahan pasukan di Afganistan. Kepada tentara AS, Obama menjanjikan sebuah misi yang jelas sebelum menceburkan mereka ke dalam pertempuran yang lebih buruk.

 

”Saya tidak akan pernah ragu menggunakan kekuatan guna melindungi rakyat Amerika dan kepentingan vital kita. Ini sangat penting saat kita mempertimbangkan langkah selanjutnya di Afganistan. Saya tidak akan buru-buru memutuskan untuk mengirim kalian ke jalan yang membahayakan,” kata Obama, Senin (26/10) di hadapan personel militer di Florida, AS.

Obama baru saja mengakhiri pertemuan yang melelahkan soal kajian strategi di Afganistan dan Pakistan bersama para penasihat keamanannya. Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan, pertemuan berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan, tetapi tidak ada perubahan bahwa Obama akan mengumumkan keputusan pengiriman pasukan pada pekan-pekan mendatang.

Pengkritik Obama, terutama anggota senior Partai Republik, mengeluhkan bahwa pengkajian strategi yang dilakukan Obama terlalu lama. Mantan Wakil Presiden Dick Cheney menuding Obama ”terlalu sibuk sendiri”.

Pekan lalu, Obama mengatakan akan memutuskan soal permintaan tambahan pasukan sebelum pemilu presiden Afganistan putaran kedua pada 7 November. Komandan Pasukan AS di Afganistan Jenderal Stanley McChrystal meminta tambahan sedikitnya 40.000 tentara. Senator John Kerry dari Partai Demokrat memperingatkan risiko dari permintaan McChrystal.

”Dia (McChrystal) paham perlunya melakukan perlawanan pemberontakan (counterinsurgency) yang cerdik di area geografis terbatas. Namun, saya yakin rencananya saat ini terlalu jauh, terlalu cepat. Kita belum memiliki jaminan adanya kapasitas pemerintahan dan pembangunan, dua syarat lain untuk perlawanan pemberontakan,” kata Kerry.

Surat kabar The Washington Post edisi Selasa melaporkan, seorang diplomat AS di Afganistan mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas perang di Afganistan. Matthew Hoh adalah pejabat senior di kantor Kementerian Luar Negeri AS di Provinsi Zabul, Afganistan, salah satu basis kekuatan Taliban.

Dalam suratnya tanggal 10 September kepada Kementerian Luar Negeri AS, Hoh menuliskan, ”Saya telah kehilangan pemahaman dan kepercayaan atas tujuan strategis kehadiran AS di Afganistan.” (afp/fro)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau