”Saya tidak akan pernah ragu menggunakan kekuatan guna melindungi rakyat Amerika dan kepentingan vital kita. Ini sangat penting saat kita mempertimbangkan langkah selanjutnya di Afganistan. Saya tidak akan buru-buru memutuskan untuk mengirim kalian ke jalan yang membahayakan,” kata Obama, Senin (26/10) di hadapan personel militer di Florida, AS.
Obama baru saja mengakhiri pertemuan yang melelahkan soal kajian strategi di Afganistan dan Pakistan bersama para penasihat keamanannya. Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengatakan, pertemuan berlangsung lebih lama daripada yang diperkirakan, tetapi tidak ada perubahan bahwa Obama akan mengumumkan keputusan pengiriman pasukan pada pekan-pekan mendatang.
Pengkritik Obama, terutama anggota senior Partai Republik, mengeluhkan bahwa pengkajian strategi yang dilakukan Obama terlalu lama. Mantan Wakil Presiden Dick Cheney menuding Obama ”terlalu sibuk sendiri”.
Pekan lalu, Obama mengatakan akan memutuskan soal permintaan tambahan pasukan sebelum pemilu presiden Afganistan putaran kedua pada 7 November. Komandan Pasukan AS di Afganistan Jenderal Stanley McChrystal meminta tambahan sedikitnya 40.000 tentara. Senator John Kerry dari Partai Demokrat memperingatkan risiko dari permintaan McChrystal.
”Dia (McChrystal) paham perlunya melakukan perlawanan pemberontakan (counterinsurgency) yang cerdik di area geografis terbatas. Namun, saya yakin rencananya saat ini terlalu jauh, terlalu cepat. Kita belum memiliki jaminan adanya kapasitas pemerintahan dan pembangunan, dua syarat lain untuk perlawanan pemberontakan,” kata Kerry.
Surat kabar The Washington Post edisi Selasa melaporkan, seorang diplomat AS di Afganistan mengundurkan diri sebagai bentuk protes atas perang di Afganistan. Matthew Hoh adalah pejabat senior di kantor Kementerian Luar Negeri AS di Provinsi Zabul, Afganistan, salah satu basis kekuatan Taliban.
Dalam suratnya tanggal 10 September kepada Kementerian Luar Negeri AS, Hoh menuliskan, ”Saya telah kehilangan pemahaman dan kepercayaan atas tujuan strategis kehadiran AS di Afganistan.”
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang