Pemuda Berprestasi Lamongan Terima Penghargaan

Kompas.com - 28/10/2009, 16:35 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Pemuda di Lamongan dan Gresik yang dinilai mengukir prestasi secara terpisah menerima penghargaan pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-81. Di Lamongan penghargaan diberikan Wakil Bupati Lamongan Tsalist Fahami Zaka kepada Purwanto, Juara II Pemuda Pelopor Tingkat Jawa Timur Bidang Kewirausahaan dan Ninin Desina Juara II Pemuda Pelopor Jawa Timur Bidang Seni Budaya dan Pariwisata.

Selain itu sejumlah prestasi juga ditorehkan pemuda Lamongan, diantaranya Drum Band Nawa Kartika Nada MTs Putra Putri Lamongan juara I dalam Kirab Drum Band Sumpah Pemuda Ke-81 Di Gedung Grahadi Surabaya, 25 Oktober lalu. Di event yang sama, Drum Band Tauba Mahardika Tunggul Kecamatan Paciran meraih juara II kategori kostum terbaik.

Sementara Bupati Gresik menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada delapan pemuda. Penghargaan diberikan kepada Bagus Indra Pradik peserta Jambore Pemuda Indonesia di Bengkulu dan peserta pertukaran bakti pemuda antar Provinsi (Sumatra Barat, Kalimantan Tengah dan Banten). Dicka Septa Nugraha Ari Aaputra dan Intan Alsiananda Sidik sebagai pasukan pengibar bendera tingkat Provinsi Jatim juga menerima penghargaan.

Penghargaan lain diberikan kepada Muh Rodli Masykur (pemuda pelopor bidang pendidikan Kabupaten Gresik dan Juara II pemuda pelopor Tingkat Provinsi Jatim bidang pendidikan), Miftah wahyudi (Pemuda pelopor bidang kewirausahaan Kabupaten Gresik), Mahrul Huda (Sarjana penggerak pembangunan di pedesaan berprestasi terbaik Tingkat Kabupaten Gresik), Siti Rohana (Pemuda kapal Nusantara Provinsi Jatim) dan Rafiqa Amalia (peserta pertukaran antar Negara dalam program kepemimpinan kapal Pemuda ASEAN-Jepang).

Wakil Bupati Lamongan Tsalits Fahami Zaka menyatakan dengan telah disahkannya Undang-undang Nomor 40 tahun 2009 tentang Kepemudaan pada 14 Oktober 2009, telah membawa arah baru pembangunan kepemudaan. "Kini arah arah baru pembangunan kepemudaan bangsa lebih jelas, terarah dan kemajuannya pun bisa lebih terukur. Undang-undang ini adalah jaminan untuk kiprah pemuda," katanya membacakan sambutan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng.

Selain memberi definisi yang jelas tentang pemuda, dalam undang-undang itu juga mewajibkan pemerintah pusat maupun daerah untuk peduli dengan pembangunan kepemudaan. Sumber pendanaan juga telah dijamin lewat undang-undang tersebut. "Undang-undang memberi kesempatan bagi pemuda untuk memberi kontribusi dan warna pembangunan Indonesia," ujarnya.

Dia berharap agar pemuda terus mengembangkan semua potensi dan kualitas serta daya saing dengan karakter Sumpah Pemuda. Setiap generasi muda sekarang harus mampu berperan dalam era globalisasi ini. "Meski ini tidak mudah, tapi pemuda pasti mampu mewujudk an negeri yang dihormati bangsa lain dan diberkati Allah," katanya.     

Sementara Bupati Gresik Robbach Ma'sum menuturkan 81 tahun lalu pemuda-pemudi dari berbagai suku bangsa di nsantara menyatakan tekad dengan lantang untuk bersatu membangun satu Bangsa, satu Tanah air, satu Bahasa, Indonesia. "Kita sepakat, di tangan para pemuda lah masa depan bangsa ditentukan. Bangsa yang besar harus memastikan bahwa generasi mudanya sanggup menjawab tantangan zamannya, sanggup meneruskan capaian-capaian generasi sebelumnya bahkan lebih," paparnya.

Peringatan hari sumpah pemuda ke-81 tahun ini mengangkat tema Pemuda Bersatu, Indonesia Bangkit dan Maju. "Tema tersebut mengandung pesan jelas bagi pemuda-pemudi Indonesia, terutama kepada pemimpin-pemimpin kaum muda, untuk memperkokoh persatuan, menyatukan langkah, bersinergi dalam menggelorakan semangat merah putih untuk kejayaan Bangsa dan Negara, bersatu kita teguh bercerai kita runtuh," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau