Ronaldo Disantet Paris Hilton

Kompas.com - 28/10/2009, 23:33 WIB

BERLIN, KOMPAS.com - Majalah Life & Style edisi Bahasa Jerman, mengklaim, artis Paris Hilton adalah orang dibalik penyantetan penyerang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Paris mengguna-guna Ronaldo karena merasa dicampakkan.

Ronaldo menjalin hubungan istimewa dengan Hilton ketika ia menjalani perawatan cederanya di Amerika Serikat, sekitar akhir musim lalu. Menurut sejumlah media Inggris, Ronaldo beberapa kali mengencani Hilton. Media-media itu mengatakan, Ronaldo menjalin hubungan serius dengan Hilton.

Namun, usai Ronaldo menuntaskan kepindahannya dari Manchester United ke Real Madrid, berita itu menguap begitu saja. Sementara Ronaldo diberitakan terus mencari wanita-wanit lain, Hilton juga menjalin asmara dengan pria lain, Doug Reinhart.

Belakangan, seseorang yang mengaku dukun santet, Pepe, mengungkapkan, bahwa ia telah mengguna-gunai Ronaldo supaya mendapat cedera, yang akan menghancurkan kariernya. Menurutnya, hal itu dilakukan atas permintaan seseorang yang dikenal berpengaruh dan punya hubungan dekat dengan Ronaldo.

Ketika orang bertanya-tanya siapa yang telah mengguna-guna Ronaldo, muncul hasil wawancara Hilton di majalah Life & Style. Isinya membuat orang mencurigai Hilton sebagai orang di balik santet Pepe kepada Ronaldo.

"Aku menginginkan seorang pria, bukan seseorang yang lari, seperti gadis kecil. Ia lemah," ujar Hilton.

Tak ada penjelasan mengenai "ia" yang dimaksud Hilton. Ini yang membuat rumor berkembang liar sampai akhirnya muncul kesimpulan yang menjadikan Hilton sebagai orang yang menginginkan karier Ronaldo hancur dan menyantetnya.

Sementara itu, Ronaldo sendiri ternyata tidak berdiam diri menanggapi rumor santet itu. Ia telah meminta seorang dukun bernama Fafa, untuk mematahkan mantra jahat yang menimpanya. Fafa telah membenarkan hal itu.

"Saya telah menyalakan lilin di dekat foto Ronaldo untuk membuang masalah itu. Saya diterangi para malaikat dan berada di jalur yang benar," ujar Fafa.

Pengakuan Pepe mendapat respons serius dari masyarakat karena tak lama setelah ia mengaku menyantet Ronaldo, Ronaldo mendapat cedera, tepatnya saat duel versus Olympique Marseille, dalam lanjutan babak penyisihan grup Liga Champions, di Santiago  Bernabeu, Rabu (30/9).

Ronaldo sempat pulih dan tampil membela Portugal dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2010 Afrika Selatan melawan Hungaria, Sabtu (10/10). Namun, belum 90 menit bermain, ia mendapat cedera dan belum pulih hingga sekarang. (LAS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau