Tragis, Simon Tersingkir dengan Mudah

Kompas.com - 29/10/2009, 17:52 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Tunggal putra Indonesia, Simon Santoso, gagal maju ke babak pertempat final turnamen bulu tangkis Perancis Terbuka Super Series, Kamis (29/10).

Dalam pertandingan babak kedua, Simon disingkirkan pemain Denmark, Joachim Persson. Dalam turnamen yang berlangsung di Stadium Pierre de Coubertin ini, Persson diunggulkan di tempat keenam.

Game pertama berlangsung ketat. Persson membuka poin dulu 1-0, sebelum poin berkejaran hingga 7-7. Simon kemudian menambah dua poin menjadi 9-7. Persson kemudian berbalik unggul 11-10, bahkan melaju menjadi 14-10 dan 16-10. Akhirnya Persson menutup game pertama 21-15.

Di game kedua, Simon belum mampu keluar dari tekanan. Ia keteteran menghadapi bola-bola keras dari pemain Denmark ini dan selalu tertinggal dalam pengumpulan poin. Setelah tertinggal 4-8, 4-10, Simon sempat menambah satu poin menjadi 5-11.

Persson kemudian kembali meningkatkan tekanan sehingga Simon tertinggal 5-13 dan 10-15, bahkan 10-18 dan 10-19. Akhirnya, Simon menyerah di game kedua 12-21.

Kekalahan Simon ini terasa ironis mengingat pekan lalu, Simon tampil perkasa dengan menjuarai turnamen Denmark Terbuka Super Series. Dengan tersingkirnya Simon, di sektor tunggal putra, harapan tinggal bertumpu pada Sony Dwi Kuncoro yang menghadapi Bao Chunlai dan Taufik Hidayat yang akan berhadapan dengan Muhammad Hafiz Hashim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau