JAKARTA, KOMPAS.com - Demi memudahkan arus lalu lintas barang, pemerintah dan para pemangku kepentingan pembangunan infrastruktur sepakat untuk membentuk transportasi kereta api kontainer antara sentra industri dan pelabuhan. "Ini adalah salah satu program yang bisa kita percepat. Selain itu, mereka juga mengusulkan pembangunan dry port," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa pada acara National Summit di Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/10).
Hatta mengemukakan, para pemangku kepentingan mengusulkan agar penyederhanaan prosedur dan aturan main di pelabuhan ditinjau kembali. Mereka meminta agar pungutan liar dan hambatan-hambatan ekspor-impor dapat terus diberantas. "Ini termasuk revitalisasi Keppres 54/2005 mengenai percepatan arus barang," kata Hatta.
Ditambahkan Hatta, para pemangku juga berkomitmen agar operasional semua pihak di pelabuhan menjadi 24 jam per hari dan tujuh hari seminggu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang