Profil bintang

Amauri Carvalho dan Kecintaan kepada Italia

Kompas.com - 30/10/2009, 03:58 WIB

Selalu terjadi banyak kejutan dalam sepak bola. Mencengangkan, mengasyikkan, sekaligus menggairahkan. Ambil contoh peristiwa terbaru, yakni apa yang dilakukan Amauri Carvalho de Oliveira (29). Penyerang Juventus ini belum menjebol gawang lawan satu kali pun sejak Februari 2009. Namun, empat golnya di tiga laga terakhir ini betul-betul datang pada saat yang tepat ketika posisi Juventus tengah goyah.

Pemain kelahiran Brasil ini, Rabu (28/10), membikin para pemain Sampdoria kelabakan. Di awal laga, Juventus terlihat stagnan, tetapi berangsur membaik setelah Pelatih Juventus Ciro Ferrara mengubah strategi. Juve pun menang atas Sampdoria 5-1. Amauri-lah man of the match pertandingan di Stadion Grande, Torino.

”Tak dapat dimungkiri, ini penampilan terbaik Juventus sejauh ini pada musim ini. Jika kami harus menunjukkan sesuatu, kami akan kerjakan itu,” kata Amauri. ”Kini kami harus mempertahankannya dan harus mulai memikirkan menghadapi Napoli. Jika kami konsisten, kami yakin tujuan akan tercapai.”

Amauri dan Italia mungkin sudah jodoh. Ia begitu lama menunggu untuk bisa bertanding di Serie A dan akhirnya terkabul. Karier Amauri dimulai di Palmeiras, klub di kota kelahirannya, Sao Paulo, Brasil. Saat usia 19 tahun, ia hijrah ke Santa Catarina untuk bekerja sambil bermain di Divisi Dua, Santa Catarina State League. Tidak dinyana, tim tempatnya bermain, Santa Catarina, diundang mengikuti laga di Italia. Dari sinilah Amauri menunjukkan bakatnya hingga akhirnya dilirik dan diperhitungkan oleh klub-klub Italia.

Sebelum benar-benar ”menjadi” pemain Italia, Amauri dikontrak oleh sebuah klub di Swiss yang berada di wilayah berbahasa Italia. Mimpinya belakangan terwujud. Ia dikontrak Napoli tahun 2001 dan bertanding di Serie A pertama kali melawan Bari. Dia sempat bermain di beberapa klub, termasuk Palermo, sebelum dibeli Juventus pada 30 Mei 2008 dengan bayaran ?22,8 juta euro.

Yang unik, Amauri justru tidak pernah muncul di formasi tim nasional Brasil. Ia justru bergabung dengan timnas Italia karena telah tinggal dan bermain di Italia selama lebih dari lima tahun. Ia akan menjadi warga negara Italia tahun 2010 setelah menikah dengan warga Italia asal Brasil, Cynthia, yang sudah terlebih dulu mendapatkan kewarganegaraan Italia pada Maret 2009.

Di beberapa situs, soal kewarganegaraan Amauri ini sempat diperbincangkan. Warga Brasil kok main di timnas Italia, lepas dari pengakuan akan betapa bagusnya permainannya.

Apa boleh buat. Amauri memang memilih Italia. Pelatih Brasil Dunga pada Januari 2009 pernah menunjuk Amauri untuk masuk ke timnas Brasil menggantikan Luis Fabiano yang cedera. Namun, ayah dari Cindy dan Hugo Leonardo ini enggan beranjak dari Italia. Cintanya telah berlabuh di Italia. (REUTERS/IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau