Deklarasi 36 Anak untuk Memilih Makanan Sehat

Kompas.com - 30/10/2009, 09:18 WIB

KOMPAS.com - Sebanyak 36 anak berusia 9-11 tahun dari 28 kota di Indonesia berkumpul, memberikan deklarasi untuk memilih makan sehat kepada mantan Menristek Kusmayanto Kadiman. Hal ini terjadi dalam puncak acara Konferensi Anak Bobo 2009 yang berlangsung Kamis, (29/10) di Hotel Santika, Jakarta.  

Konferensi Anak Bobo 2009 (KAB) merupakan ajang tahunan yang sudah berlangsung 9 kali. Acara ini setiap tahunnya mengusung tema berbeda. Jika pada tahun-tahun sebelumnya KAB mengambil tema seputar lingkungan hidup, kepemimpinan, pertemanan, atau seputar energi, tahun ini KAB mengambil tema Save My Food, My Healthy Food.

Setelah melalui seleksi lebih dari 1000 tulisan mengenai makanan yang dikirimkan para pembaca majalah Bobo se-Indonesia beberapa bulan lalu, terpilihlah 36 tulisan yang dianggap sesuai. “Anak-anak  yang terpilih merupakan anak-anak yang tulisannya tidak bertele-tele, panjangnya cukup, tapi mengena. Anak-anak seperti ini kami anggap mampu bicara di depan dan bisa mengutarakan pikirannya. Isi tulisannya pun mencakup topik yang kami ajukan,” terang Kussusani, Pemimpin Redaksi Majalah Bobo, Rabu (28/10) di Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor, dimana para peserta mendapatkan  pembekalan pengetahuan mengenai keamanan pangan dan kelestarian pangan.

“Tema ini kami pilih karena saat ini keberadaan pangan sudah menjadi concern dunia. Orangtua bisa saja memberi uang saku, tapi nyatanya, lingkungan tidak mendukung. Jajanan yang tidak sehat malah menjadi santapan mereka. Ditambah lagi, kami pun concern dengan banyaknya makanan daerah yang sebenarnya sehat sudah mulai punah. Ini merupakan tanggung jawab kita untuk mengenalkannya kepada anak-anak agar terus lestari,” jelas Kussusani pada pidato sambutan acara puncak KAB.

KAB 2009 dilaksanakan pada 25-30 Oktober 2009 di beberapa lokasi. Selama 6 hari para delegasi ditemani orangtua masing-masing mengikuti program yang sudah disusun. Di antaranya; pembekalan tentang bakteri baik dan jahat, ilmu pangan dan makanan-makanan di dunia, eksperimen teknologi pangan di MBRIO, belajar mengenai hutan sebagai bank benih, pembekalan tentang teknologi pangan higienis, dan permainan berburu harta hutan di CIFOR, Bogor.

Kussusani mengatakan harapannya agar para delegasi yang telah menjalani pembekalan di KAB bisa menjadi agen-agen perubahan dan membagi pengetahuannya kepada orang-orang di sekitarnya. Sebelum mencapai puncak acara, dibantu dengan para pembina, anak-anak ini menyatukan pikiran dan membuat sebuah deklarasi berisi janji untuk selalu mengonsumsi makanan sehat. Deklarasi dibacakan oleh perwakilan anak-anak ini dan diberikan kepada mantan Menristek Kusmayanto Kadiman pada puncak acara.

“Saya senang bisa ikut acara ini, banyak pengalaman. Saya jadi bisa banyak tahu tentang buah-buahan, bakteri jahat dan baik. Pokoknya banyak, deh,” ucap polos M. Daffa Al-Falah (10), delegasi asal Bengkulu.

“Setelah pulang dari sini, saya mau buat tulisan tentang pengalaman saya. Lalu saya kirim ke Bobo. Kalau untuk teman-teman di sekolah, saya mau bagi-bagi pengetahuan yang saya dapat di sini. Tapi tidak mau berlebihan, nanti takut dikira sombong,” ungkap Fatima Vanessa (11), delegasi asal Solo saat berbincang dengan Kompas.com di sela-sela acara berburu harta hutan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau