KOMPAS.com - Sebanyak 36 anak berusia 9-11 tahun dari 28 kota di Indonesia berkumpul, memberikan deklarasi untuk memilih makan sehat kepada mantan Menristek Kusmayanto Kadiman. Hal ini terjadi dalam puncak acara Konferensi Anak Bobo 2009 yang berlangsung Kamis, (29/10) di Hotel Santika, Jakarta.
Konferensi Anak Bobo 2009 (KAB) merupakan ajang tahunan yang sudah berlangsung 9 kali. Acara ini setiap tahunnya mengusung tema berbeda. Jika pada tahun-tahun sebelumnya KAB mengambil tema seputar lingkungan hidup, kepemimpinan, pertemanan, atau seputar energi, tahun ini KAB mengambil tema Save My Food, My Healthy Food.
Setelah melalui seleksi lebih dari 1000 tulisan mengenai makanan yang dikirimkan para pembaca majalah Bobo se-Indonesia beberapa bulan lalu, terpilihlah 36 tulisan yang dianggap sesuai. “Anak-anak yang terpilih merupakan anak-anak yang tulisannya tidak bertele-tele, panjangnya cukup, tapi mengena. Anak-anak seperti ini kami anggap mampu bicara di depan dan bisa mengutarakan pikirannya. Isi tulisannya pun mencakup topik yang kami ajukan,” terang Kussusani, Pemimpin Redaksi Majalah Bobo, Rabu (28/10) di Center for International Forestry Research (CIFOR), Bogor, dimana para peserta mendapatkan pembekalan pengetahuan mengenai keamanan pangan dan kelestarian pangan.
“Tema ini kami pilih karena saat ini keberadaan pangan sudah menjadi concern dunia. Orangtua bisa saja memberi uang saku, tapi nyatanya, lingkungan tidak mendukung. Jajanan yang tidak sehat malah menjadi santapan mereka. Ditambah lagi, kami pun concern dengan banyaknya makanan daerah yang sebenarnya sehat sudah mulai punah. Ini merupakan tanggung jawab kita untuk mengenalkannya kepada anak-anak agar terus lestari,” jelas Kussusani pada pidato sambutan acara puncak KAB.
KAB 2009 dilaksanakan pada 25-30 Oktober 2009 di beberapa lokasi. Selama 6 hari para delegasi ditemani orangtua masing-masing mengikuti program yang sudah disusun. Di antaranya; pembekalan tentang bakteri baik dan jahat, ilmu pangan dan makanan-makanan di dunia, eksperimen teknologi pangan di MBRIO, belajar mengenai hutan sebagai bank benih, pembekalan tentang teknologi pangan higienis, dan permainan berburu harta hutan di CIFOR, Bogor.
Kussusani mengatakan harapannya agar para delegasi yang telah menjalani pembekalan di KAB bisa menjadi agen-agen perubahan dan membagi pengetahuannya kepada orang-orang di sekitarnya. Sebelum mencapai puncak acara, dibantu dengan para pembina, anak-anak ini menyatukan pikiran dan membuat sebuah deklarasi berisi janji untuk selalu mengonsumsi makanan sehat. Deklarasi dibacakan oleh perwakilan anak-anak ini dan diberikan kepada mantan Menristek Kusmayanto Kadiman pada puncak acara.
“Saya senang bisa ikut acara ini, banyak pengalaman. Saya jadi bisa banyak tahu tentang buah-buahan, bakteri jahat dan baik. Pokoknya banyak, deh,” ucap polos M. Daffa Al-Falah (10), delegasi asal Bengkulu.
“Setelah pulang dari sini, saya mau buat tulisan tentang pengalaman saya. Lalu saya kirim ke Bobo. Kalau untuk teman-teman di sekolah, saya mau bagi-bagi pengetahuan yang saya dapat di sini. Tapi tidak mau berlebihan, nanti takut dikira sombong,” ungkap Fatima Vanessa (11), delegasi asal Solo saat berbincang dengan Kompas.com di sela-sela acara berburu harta hutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang