Presiden Prihatin dengan Opini Penahanan Pimpinan KPK

Kompas.com - 30/10/2009, 13:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan keprihatinannya terkait adanya opini-opini yang berkembang dari tokoh-tokoh masyarakat menyusul penahanan dua pimpinan KPK nonaktif oleh Polri. Opini tersebut memunculkan penilaian seolah-olah pemerintah menzalimi seseorang, padahal tidak seperti itu. Penahanan itu sepenuhnya adalah proses hukum.

Demikian disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring kepada pers seusai mengikuti rapat dadakan yang digelar di ruang kerja Presiden di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (30/10).

"Tadi Presiden menyatakan sangat prihatin dengan adanya opini-opini yang berkembang. Seolah-olah pemerintah menzalimi orang, padahal jika orang ditahan untuk diperiksa itu baru proses awal dan bukan berarti sudah dijatukan vonis," ujar Tifatul.

Oleh sebab itu, Presiden meminta agar semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan. "Beliau sendiri menyatakan menghormati proses hukum. 'Kita ada keluarga atau kerabat semuanya diproses secara hukum'," lanjutnya.

Lebih jauh Presiden juga meminta aparat hukum menyusut tuntas rekaman pembicaraan yang mengaitkan namanya (Presiden). "Presiden minta itu diusut tuntas karena semuanya itu tidak jelas. Kalau disebutkan 'Sudah seizin RI-1' maksudnya izin apa'," tanya Tifatul mengutip pertanyaan Presiden.

Tifatul menambahkan, "Jika disebutkan 'Sudah didukung oleh RI-1', itu dukungan apa? Jadi, itu serba tidak jelas karena itu rekaman itu harus dibuka di pengadilan'," kata Tifatul.

Tifatul juga menyatakan bahwa Kapolri Bambang Hendarso Danuri sudah melaporkan bahwa proses penyelidikan dan penyidikan terhadap pimpinan KPK sudah berjalan empat bulan lalu. "Polri sekarang ini menahan supaya pemeriksaannya berjalan mulus," tandas Tifatul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau