Enam Perampok Gasak Harta Pengusaha Purbalingga

Kompas.com - 30/10/2009, 16:30 WIB

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Kawanan perampok bersenjata api menggasak harta benda bernilai ratusan juta rupiah dari rumah Nurul Khadir Ghaos (39), seorang pengusaha di Kelurahan Kandanggampang, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, pada Jumat (30/10) dini hari. Harta benda yang dicuri itu antara lain, mobil Honda CRV dan mobil Honda Jazz, perhiasan emas seberat 600 gram, enam telepon genggam keluaran terkini, serta uang sebesar Rp 60 juta.

Ghaos mengaku, kawanan perampok yang mendatangi rumahnya itu berjumlah enam orang. Kurang dari 30 menit, kawanan perampok itu telah membawa seluruh harta benda yang ada di rumahya, sementara dia bersama istri dan dua anak beserta dua orang pembantunya disekap di dalam satu kamar.

Menurut penuturan Ghaos, aksi kawanan perampok ini terbilang cukup berani karena masing-masing dari kawanan itu membawa senjata api dan tidak menggunakan topeng. Dalam menjalankan aksinya pun terbilang cukup lihai, sehingga kurang dari 30 menit kawanan perampok itu berhasil menggasak harta benda bernilai ratusan juta rupiah dari rumahnya.

Namun Ghaos tetap tak mengenali asal kawanan perampok itu. Menurutnya, para perampok itu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia seperti umumnya tanpa ada penekanan dialeg dari daerah tertentu. Seperti diketahui, sejak lima tahun terakhir sejumlah kabupaten di sekitar Purbalingga dan Banyumas menjadi sasaran utama para perampok asal Palembang dan Madura. "Dialeknya biasanya saja, tidak ada kekhasan sedikit pun," katanya.

Ghaos pun mengaku tidak mengetahui apakah kawanan perampok itu menumpangi mobil atau tidak saat mendatangi rumahnya karena dia sedang tidur di kamar bersama istrinya. Ketika itu, yang dia tahu perampok sudah menodongkan pistol ke kepalanya.

Para perampok kemudian menyeretnya ke dalam satu kamar bersama istri dan anak-anaknya beserta pembantunya. Agar tidak menimbulkan keributan, mulut mereka dilakban, kaki serta tangannya diikat. "Setelah perampok itu pergi dan saya berusaha melepaskan diri, saya melihat pintu depan rumah kami sudah rusak. Kemungkinan perampok itu masuk dari pintu itu," katanya.

Sementara Kepolisian Resor Purbalingga masih menjalankan pemeriksaan kejadian perampokan tersebut. Hingga Jumat siang, pihak kepolisian juga masih berusaha mengejar kawanan perampok tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau