Di Mesir, Sudah Empat Orang Tewas gara-gara Flu H1N1

Kompas.com - 30/10/2009, 19:10 WIB

KAIRO, KOMPAS.com — Mesir melaporkan kematian keempat penderita flu A-H1N1 atau flu babi, media massa setempat mengatakan, Jumat (30/10). Seorang perempuan berusia 36 tahun dari provinsi Ismailiyah meninggal akibat virus A-H1N1 pada Kamis (29/10) malam, kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Abdel Rahman Shahine.
   
Hingga kini, kementerian kesehatan itu melaporkan bahwa lebih dari 1.000 orang menderita flu babi di negara Arab berpenduduk padat tersebut.
    
Mesir melaporkan, kasus kematian akibat flu babi pertama pada 2 Juni lalu terhadap seorang gadis Mesir-Amerika Serikat berusia 12 tahun yang ketika itu baru saja kembali dari AS lewat Belanda.
   
Pada Agustus lalu, pihak berwenang Mesir mendeportasi lima turis Israel penderita virus A-H1N1 karena menolak dirawat di Rumah Sakit Sharm El-Sheikh, kota wisata di pesisir Laut Merah, Mesir.
      
Dalam pemeriksaan di rumah sakit itu, lima warga Israel dalam satu keluarga tersebut dinyatakan positif menderita flu babi, tetapi mereka menolak diobati lebih lanjut.
      
Kelima warga Israel itu baru beberapa jam tiba di kota wisata pesisir Laut Merah tersebut.
      
Saat mereka ditawari untuk berobat, para warga Israel itu menolak dan lari meninggalkan rumah sakit tersebut menuju ke sebuah hotel.

Mesir, yang terpukul keras oleh flu burung pada 2006, memerintahkan pembasmian setiap babi di negara itu sebagai tindakan waspada terhadap flu H1N1. Namun, PBB mengatakan, penyembelihan massal hingga 400.000 babi di Mesir itu merupakan suatu kesalahan.
         
"Tidak ada alasan untuk melakukan hal itu. Itu bukan influensa babi, itu influensa manusia," kata Joseph Domenech, kepala pejabat kehewanan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.
     
Ia mengatakan, FAO telah berupaya untuk menemui para pejabat Mesir, tetapi tak berhasil. Babi sebagian besar dipelihara oleh minoritas Kristen Mesir.
       
Dalam satu pernyataan, Menteri Kesehatan Hatem Al-Gabali mengatakan, pihaknya memutuskan untuk menyembelih semua kawanan babi yang ada di Mesir untuk tindakan pencegahan tersebarnya virus A-H1N1.
       
Juru bicara kabinet Magdy Rady mengatakan, Mesir akan memberi ganti rugi kepada peternak karena kematian ternak mereka.
       
Rady mengatakan, peternakan babi di Mesir kondisinya buruk dan memunculkan risiko kesehatan. "Kondisi itu yang membuat orang Mesir benar-benar takut," katanya, sebelum keputusan itu diambil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau