Polisi Tembak Mati Pencuri Mobil

Kompas.com - 30/10/2009, 21:43 WIB

BOGOR, KOMPAS.com — Aparat Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bogor, Jumat (30/10) pagi tadi, menembak mati Kurniawan allias Akung (31), tersangka pencuri mobil.

"Dia buron kami sejak lama, di sini bertanggung jawab atas 28 pencurian mobil. Dia juga buronan Polres Bogor dan Polres Depok," kata Wakil Kepala Polresta Bogor Komisaris Arief Rachmat, Jumat siang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris  Irwansyah menambahkan, Jumat sekitar pukul 03.00, pihaknya menerima laporan dari Dini Awang (43) yang baru saja dirampas mobil pikap Suzuki Carry hitamnya. Mobil korban dirampas Jalan Batutulis, Bogor Selatan.

Polisi yang tengah patroli dan reserse yang tengah piket segera meluncur ke arah Bogor Nirwana Resident, Bogor Selatan. Sebab, korban melapor pelaku melarikan mobilnya ke arah kawasan perumahan tersebut.
 
Di persimpangan Tunah Harapan, salah satu persimpangan ke kawasan BNR, mobil polisi berpapasan dengan mobil pikap F 8092 C, mobil korban yang dirampas pelaku. Polisi pun mencoba menutup jalan dan melakukan tembakan peringatan ke udara, agar pelaku menghentikan laju pikapnya.

Namun pelaku berhasil lolos dan melajukan pikap rampasan itu ke BNR. Polisi mengejar terus. "Pengejaran di BNR sekitar 15 menit. Anggota saya bisa membuat mobil pikap terpepet dan rodanya terjebak di parit ujung jalan. Pelaku berusaha cepat ke luar dari pikap. Saat itu anggota kembali memberi tembakan peringatan," tutur Irwansyah.

Mendengar suara tembakan, lanjut dia, pelaku bukannya menyerah, melainkan justru mengambil goloknya dan berusaha menyerang polisi yang bergegas menghampiri untuk menangkapnya.

"Karena dia menyerang dengan goloknya, anggota pun menembaknya. Dua peluru mengenai dadanya," kata Irwansyah.

Jasad Akung, warga Bantar Kambing, Kemang, Kabupaten Bogor, sampai petang masih ada di kamar jenazah Bagian Forensik PMI Bogor. Di dada kiri ada luka tembakan yang menembus ke punggung dan ketiaknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau