Indonesia Loloskan Empat Ganda ke Semifinal

Kompas.com - 30/10/2009, 22:07 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Indonesia menyisakan empat ganda di Kejuaraan Dunia Junior yang digelar di Alor Star, Kedah, Malaysia. Mereka lolos ke babak semifinal.

Dalam pertandingan perempat final, Jumat (30/10) malam, ganda campuran Angga Pratama/Della Destiara lebih dulu mencapai semifinal. Mereka menyisihkan unggulan 9/16 Nitiphon Phuangphuapet 21-17, 21-13.

Selanjutnya, Angga/Della akan memperebutkan tiket ke final melawan pasangan unggulan pertama dari China, Lu Kai/Bao Yixin.

Angga juga membukukan tempat di babak empat besar ganda putra. Berpasangan dengan Rendy Sugiarto, unggulan teratas ini menang atas unggulan 5/8 dari Jepang, Shohei Hoshino/Akira Kobayashi, dengan 21-15, 21-14.

Ganda putri Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah yang sempat tertinggal 10-15 hingga 12-16 pada game pertama, berhasil mengejar dan menumbangkan unggulan kedua asal China, Bao Yixin/Luo Yu, dengan straight set 21-18, 21-19.

Suci/Tiara akan melawan unggulan 3/4 Poon Lok Yan/Tse Ying Suet dari Hongkong, untuk meraih satu tempat di babak perebutan gelar.

Pasangan terakhir yang meraih tempat di semifinal adalah unggulan 5/8 Berry Angriawan/Muhammad Ulinnuha, yang menyingkirkan unggulan kedua asal China Liu Peixuan/Lu Kai dalam pertarungan tiga game 21-17, 15-21, 21-13.

Angga/Rendy dan Berry/Ulinnuha bisa menciptakan final antar-pasangan Indonesia jika mampu mengalahkan lawan-lawan mereka di semifinal.

Angga/Rendy akan bertemu unggulan 3/4 asal Malaysia Chooi Kah Ming/Ow Yao Han yang menang 21-17, 22-20 atas Chang Kai Liang/Lin Yu Te. Sementara itu Berry/Ulinnuha berjumpa unggulan 3/4 asal Thailand, Tin D Caballes/Nitiphon Phuangpuapet.

"(Dari semuanya) yang paling berpeluang maju ke final ada di ganda putra. Saya rasa kalau besok dua pasangan bisa main maksimal, dua-duanya bisa menang," ujar pelatih ganda Pelatnas Pratama Namrih Suroto.

"Sebenarnya ganda putri juga besar peluangnya, yang agak berat di ganda campuran," tambahnya.

Adapun langkah dua tunggal putri yang lolos ke perempat final, Siti Anida Lestari Qoryatin dan Anna Rovita, semuanya terhenti. Siti Anida dikalahkan unggulan teratas dari China Chen Xiaojia 8-21, 12-21, sedang Anna tumbang di tangan pemain Thailand Ratchanok Intanon 9-21, 11-21.

Sementara itu, pemain tunggal putra semuanya sudah tersingkir sebelum mencapai perempat final.

Mengenai hasil yang diraih pemain tunggal, pelatih Pelatnas Pratama Rony Agustinus mengatakan, masalah mental menjadi problem utama. Pasalnya, secara teknik mereka tidak ketinggalan dari pemain lain.

"Kita perlu mental tanding yang kuat, karena fisik dan teknik tidak terlalu ketinggalan dari pemain lain," kata Rony.

Menurutnya, mental para pemain masih kalah terutama dalam menahan rasa lelah. "Tetapi anak-anak sudah berusaha maksimal," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau