Donor Darah Diminati

Kompas.com - 31/10/2009, 02:50 WIB

Palembang, Kompas - Kesadaran warga Palembang untuk membantu orang lain menjadi gaya hidup. Salah satunya terlihat dari makin banyak warga yang berminat menjadi donatur darah untuk mengembangkan jiwa sosial dan sekaligus menjaga stamina tubuh yang selalu terjaga.

Saat ini cukup banyak juga lembaga, perusahaan, atau instansi pemerintah yang menggelar kegiatan donor darah. Dari sekian banyak lembaga, ”Aksi Donor Darah Radio Sonora Palembang” merupakan salah satu ajang donor darah yang mendapat respons tinggi dari masyarakat.

Kepala Studio Radio Sonora 102,6 FM, Palembang, Bondan K Kurniawan, saat ditemui di sela- sela kegiatan donor darah, Sabtu (24/10), di Mal Palembang Square, mengatakan, selama ini Radio Sonora, Palembang, sudah menyelenggarakan 29 kali kegiatan donor darah.

”Kegiatan donor darah terus dijaga dan dipertahankan secara berkesinambungan karena faktanya sangat diminati masyarakat,” katanya.

Bondan menambahkan, hal itu terbukti dari jumlah donatur darah yang selalu mencapai lebih dari 100 orang di setiap kegiatan. ”Untuk aksi donor darah kali ini, jumlah pendaftar tercatat lebih dari 250 orang. Realisasinya mencapai sekitar 200 donatur,” katanya.

Menjadi ketagihan

Sulaiman (36), salah satu donatur darah, menceritakan, pengalaman pertamanya saat menjadi donatur darah dua tahun silam. Saat itu dia mendonorkan darahnya ke PMI Kota Palembang. ”Sebelumnya saya sama sekali tidak berminat menjadi donatur darah karena yang terlintas di benak adalah rasa sakit dan takut,” katanya.

Namun, dia memberanikan diri menjadi donatur karena ajakan istrinya. Selain itu, alasan lain terkait keinginan dan niat untuk melatih jiwa sosial.

Setelah tiga kali menjadi donatur, Sulaiman baru merasakan satu manfaat yang tidak diduganya sama sekali, yakni menjadi ketagihan. ”Saya ketagihan karena setelah memberikan sekantong darah, badan rasanya menjadi lebih segar. Barulah sampai sekarang saya rutin menjadi donatur darah minimal setiap enam bulan sekali,” katanya.

Asti (29), salah satu petugas dari PMI Kota Palembang, membenarkan pendapat Sulaiman tersebut. Menurut dia, seorang donatur dipastikan merasa lebih segar setelah darahnya diambil.

Penjelasan medis

Secara medis, Asti menuturkan terjadi regenerasi dan reproduksi sel darah setelah di- ambil. Jadi, intinya, tubuh akan terisi mempunyai darah baru. Dengan demikian, sangat beralasan apabila seorang do- natur rutin akan memiliki tingkat kesehatan dan stamina yang lebih terjaga karena yang bersangkutan ditunjang dengan suplai darah baru.

Meski demikian, Asti menuturkan bahwa beberapa syarat mutlak yang harus ditaati oleh donatur, antara lain, adalah tidak mengonsumsi minuman keras, narkoba, dan merokok. Selain itu, seorang donatur juga harus terbebas dari penyakit menular.

(ONI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau