Saat ini cukup banyak juga lembaga, perusahaan, atau instansi pemerintah yang menggelar kegiatan donor darah. Dari sekian banyak lembaga, ”Aksi Donor Darah Radio Sonora Palembang” merupakan salah satu ajang donor darah yang mendapat respons tinggi dari masyarakat.
Kepala Studio Radio Sonora 102,6 FM, Palembang, Bondan K Kurniawan, saat ditemui di sela- sela kegiatan donor darah, Sabtu (24/10), di Mal Palembang Square, mengatakan, selama ini Radio Sonora, Palembang, sudah menyelenggarakan 29 kali kegiatan donor darah.
”Kegiatan donor darah terus dijaga dan dipertahankan secara berkesinambungan karena faktanya sangat diminati masyarakat,” katanya.
Bondan menambahkan, hal itu terbukti dari jumlah donatur darah yang selalu mencapai lebih dari 100 orang di setiap kegiatan. ”Untuk aksi donor darah kali ini, jumlah pendaftar tercatat lebih dari 250 orang. Realisasinya mencapai sekitar 200 donatur,” katanya.
Sulaiman (36), salah satu donatur darah, menceritakan, pengalaman pertamanya saat menjadi donatur darah dua tahun silam. Saat itu dia mendonorkan darahnya ke PMI Kota Palembang. ”Sebelumnya saya sama sekali tidak berminat menjadi donatur darah karena yang terlintas di benak adalah rasa sakit dan takut,” katanya.
Namun, dia memberanikan diri menjadi donatur karena ajakan istrinya. Selain itu, alasan lain terkait keinginan dan niat untuk melatih jiwa sosial.
Setelah tiga kali menjadi donatur, Sulaiman baru merasakan satu manfaat yang tidak diduganya sama sekali, yakni menjadi ketagihan. ”Saya ketagihan karena setelah memberikan sekantong darah, badan rasanya menjadi lebih segar. Barulah sampai sekarang saya rutin menjadi donatur darah minimal setiap enam bulan sekali,” katanya.
Asti (29), salah satu petugas dari PMI Kota Palembang, membenarkan pendapat Sulaiman tersebut. Menurut dia, seorang donatur dipastikan merasa lebih segar setelah darahnya diambil.
Secara medis, Asti menuturkan terjadi regenerasi dan reproduksi sel darah setelah di-
Meski demikian, Asti menuturkan bahwa beberapa syarat mutlak yang harus ditaati oleh donatur, antara lain, adalah tidak mengonsumsi minuman keras, narkoba, dan merokok. Selain itu, seorang donatur juga harus terbebas dari penyakit menular.