PARIS, Kompas.com - Akhirnya, ganda campuran Indonesia berhasil merontokkan dominasi China. Ini terjadi di semifinal Perancis Terbuka Super Series, Sabtu (31/10), di Stadium Pierre de Coubertin, usai Nova Widianto/Liliyana Natsir mengalahkan He Hanbin/Yu Yang dengan 25-27, 21-14, 21-17, dalam waktu 1 jam 16 menit.
Dengan demikian, besok, terciptalah all-Indonesian final di sektor ganda campuran ini. Pasalnya, di partai semifinal lainnya Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa, sudah lebih dulu menjungkalkan Tao Jiamin/Zhang Yawen, dengan 22-20, 21-17.
Sebenarnya, Nova/Liliyana punya peluang untuk menang straight set jika pada game pertama mereka bermain lebih tenang. Pasalnya, unggulan kedua ini tiga kali meraih match point, tetapi gagal dimaksimalkan karena kerab melakukan kesalahan sendiri.
Setelah mengawali pertandingan dengan bagus karena selalu memimpin, perolehan poin Nova/Liliyana terhenti di angka 19 dalam kedudukan 19-16, sehingga lawan bisa menyamakannya. Tetapi peraih medali perak Olimpiade Beijing 2008 ini bisa menambah poin untuk meraih match point.
Sayang, Nova membuat kesalahan karena servisnya menyangkut net. Alhasil, pertandingan dilanjutkan dengan deuce dan lawan sempat tiga kali unggul meskipun bisa disamakan lagi oleh pasangan nomor satu di Pelatnas Cipayung ini.
Kemudian, Nova/Liliyana sempat meraih match point lagi di kedudukan 24-23. Lagi-lagi Nova membuat kesalahan, karena servisnya menyangkut net sehingga pertandingan berlangsung lebih lama lagi sampai akhirnya lawan menang 27-25.
Di set kedua, Nova/Liliyana bangkit. Mereka bermain agresif dengan terus melancarkan serangan, dibarengi drop shot, sehingga He Hanbin/Yu Yang kesulitan. Tak heran jika di set ini Nova/Liliyana dengan cepat melaju sampai meraih keunggulan 18-10. Meskipun sempat kendor sehingga lawan bisa menambah 4 poin, Nova/Liliyana bisa mengakhiri set kedua dengan kemenangan 21-14.
Pada awal game penentuan, pasangan China tampil menyerang dan langsung unggul 4-0. Dalam keadaan tertekan, Nova/Liliyana bisa bermain dengan sabar dan tenang, sehingga secara perlahan bisa menyusul He Hanbin/Yu Yang.
Setelah tertinggal 9-10, Nova/Liliyana menyapu 6 poin dan unggul 15-10. Inilah momen kebangkitan pasangan nomor tiga dunia tersebut, sampai akhirnya menang 21-17, dan lolos ke final, untuk bertemu mantan rekannya di Pelatnas, Hendra AG/Vita Marissa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang