Abdullah Mundur sebagai Capres Afganistan

Kompas.com - 01/11/2009, 16:28 WIB

KABUL, KOMPAS.com-Kandidat oposisi Abdullah Abdullah, Minggu, mengumumkan ia mundur dari pemilihan presiden putaran kedua di Afganistan pekan ini.

"Keputusan yang saya umumkan itu bukanlah satu hal yang gampang. Itu adalah satu keputusan yang saya ambil setelah melakukan konsultasi-konsultasi luas, dengan rakyat Afganistan, para pendukung saya dan para pemimpin yang berpengaruh," kata Abdullah kepada para pendukungnya.

"Saya memprotes terhadap perbuatan jahat pemerintah dan Komisi Pemilihan Independen (IEC), saya tidak akan ikut serta dalam pemilihan itu," tambahnya.

Keputusan Abdullah itu akan membawa Afganistan pada ketidakpastian lebih jauh  dengan konflik politik sejak pemilihan tahap pertama  20 Agustus, yang dinodai kecurangan.

Setelah kecurangan yang meluas dalam pemilihan putaran pertama , Abdullah menuntut Presiden Hamid Karzai memecat ketua IEC Azizullah Ludin dan memberhentikan empat menteri yang berkampanye untuk presiden Karzai.

Kelompok Abdullah menetapkan batas waktu Sabtu bagi Karzai untuk memenuhi tuntutan-tuntutannya itu, mengatakan bahwa dia tidak akan ikut serta dalam pemilihan putaran kedua yang tidak akan berlangsung bebas dan jujur.

Tuntutan-tuntutannya itu sejauh ini tidak disetujui, dengan IEC mengatakan Ludin hanya dapat dipecat oleh Mahkamah Agung, sementara Karzai mengatakan Abdullah tidak punya hak untuk mencampuri kedudukan para menteri.

Dalam pemilihan putaran pertama Karzai meraih 49,67 persen suara setelah pemantau dukungan PBB menganggap sekitar seperempat  dari seluruh suara yang telah dihitung ternyata terjadi kecurangan. Masalah kecurangan itu semakin menekan dan Karzai hanya setuju untuk melakukan pemilihan putaran kedua setelah mendapat desakan diplomatik yang kuat dari AS, berpuncak ketika ia mengumumkan pemilihan putaran kedua.

Menjawab pertanyaan apakah hasil pemilihan putaran kedua yang hanya diikuti satu kandidat akan menghasilkan satu pemerintah yang sah, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Sabtu, mengatakan situasi seperti itu "tidak pernah terjadi sebelumnya."

"Saya tidak akan berkomentar mengenai apa yang mungkin dilakukan oleh setiap kandidat," kata Hillary dan menambahkan: "Itu adalah satu pilihan pribadi yang boleh atau tidak boleh dibuat."

Abdullah hanya meraih lebih ari 30 persen suara dalam pemilihan putaran pertama  dan harus berusaha keras jika ia ingin mengalahkan Karzai dalam pemilihan putaran kedua.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau