Gus Mus Usul Bentuk Densus 99 untuk Memburu Koruptor

Kompas.com - 01/11/2009, 21:28 WIB

KUDUS, KOMPAS.com- Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah KH Ahmad Mustofa Bisri, akrab disapa Gus Mus, mengusulkan kepada Polri untuk membentuk Detasemen Khusus (Densus) 99 atau apapun namanya yang bertugas memburu koruptor.

"Usulan ini hanya pikiran saya saja, mengingat Densus 88 yang dibentuk Polri sudah menunjukkan kinerjanya dalam memberantas jaringan teroris di Indonesia," ujarnya di Kudus, Minggu (1/11).  

Sedangkan pemberantasan terhadap korupsi, kata dia, hingga kini tidak bisa seperti halnya pemberantasan teroris tanpa kenal ampun. "Bahkan, anggota teroris yang tertangkap langsung ditembak," ujarnya.

"Yang terjadi sekarang dalam upaya pemberantasan korupsi justru muncul  permasalahan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Jika kesulitan sebaiknya dibentuk saja semacam Densus 99 atau yang lainnya yang bertugas untuk menangkap koruptor," ujar tokoh yang akrab dipanggil Gus Mus.

Ia mengakui, usulannya untuk dibentuk Densus 99 terkait pula persoalan yang sedang berkembang saat ini, terutama adanya penahanan dua pimpinan KPK Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto oleh Polri.

"Seharusnya, pemerintah mengetahui bahwa masyarakat gelisah mengenai penahanan kedua pimpinan KPK tersebut," ujarnya. 

Menurut kiai yang juga dikenal sebagai penyair, pelukis, budayawan, dan cendekiawan ini, semua persoalan yang terjadi saat ini harus dijelaskan kepada masyarakat secara transparan dan jangan ada yang ditutup-tutupi. "Jika semuanya bisa diketahui, tentu tidak ada kecurigaan macam-macam," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau