MATARAM, KOMPAS
Menurut Kepala Kepolisian Resor Mataram Ajun Komisaris Besar I Nyoman Sukena, pihaknya masih menyelidiki kasus ini, termasuk apakah benar kafe itu disalahfungsikan seperti yang dikemukakan massa serta kemungkinan adanya aktor di balik tindakan anarki tersebut.
Keterangan yang dihimpun Kompas, ratusan warga Senin pekan lalu mendatangi Kantor Lurah Sayang-sayang. Mereka meminta dua kafe di kota itu ditutup segera karena diduga telah dijadikan tempat mesum.
Saat itu pihak kelurahan meminta waktu seminggu untuk menyampaikan keinginan warga. Namun, selama satu pekan itu kafe tetap beroperasi.
Kondisi ini membuat warga tidak puas. Sabtu lalu, mereka yang jumlahnya ratusan orang akhirnya membakar Kafe L & L yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Setelah itu, massa bergerak ke Kafe dan Karaoke ”Y”, yang jaraknya sekitar 100 meter dari Kafe L & L. Kafe dan Karaoke ”Y” pun kemudian habis terbakar meski upaya pembakaran mendapat perlawanan dari pengelolanya.
Saat dua kafe lainnya dijadikan target pembakaran, aparat Polres Mataram datang dan meredam amarah warga sehingga kafe tersebut terselamatkan.
Di Bima, Pulau Sumbawa, NTB, Kamis lalu, warga Desa Monta memblokir jalan yang menghubungkan Desa Ngali dan Monta. Pemblokiran itu merupakan buntut dari kasus pembacokan terhadap M Noor H Usman (43), warga Desa Monta, yang diduga dilakukan H (30), warga Desa Ngali.
Menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTB Ajun Komisaris Besar Sukarman Husen, pembacokan terjadi saat ada pertandingan sepak bola di lapangan Dusun Tolo Tangga, Desa Monta, Kecamatan Monta. ”Ketika itu, sekitar pukul 17.00 Wita, tiba-tiba H mendatangi Noor dan membacoknya sehingga lehernya terluka. H kemudian melarikan diri meski belum bisa ditangkap oleh petugas,” paparnya.
Kepala Bagian Bina Mitra Kepolisian Resor Bima Ajun Komisaris Mandra, yang dihubungi terpisah, mengatakan, setelah peristiwa itu, pukul 19.00 warga Desa Monta menutup jalan yang menghubungkan Desa Monta dengan Desa Ngali dan Desa Renda—keduanya di wilayah Kecamatan Belo. Namun, pada Jumat pagi jalan itu sudah dibuka kembali.