Anarkisme

Dinilai Mesum, Kafe Dibakar Massa

Kompas.com - 02/11/2009, 03:13 WIB

MATARAM, KOMPAS - Dua kafe di Kelurahan Sayang-sayang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dibakar warga, Sabtu (31/10). Tempat hiburan itu dinilai disalahfungsikan menjadi tempat mesum.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Mataram Ajun Komisaris Besar I Nyoman Sukena, pihaknya masih menyelidiki kasus ini, termasuk apakah benar kafe itu disalahfungsikan seperti yang dikemukakan massa serta kemungkinan adanya aktor di balik tindakan anarki tersebut.

Keterangan yang dihimpun Kompas, ratusan warga Senin pekan lalu mendatangi Kantor Lurah Sayang-sayang. Mereka meminta dua kafe di kota itu ditutup segera karena diduga telah dijadikan tempat mesum.

Saat itu pihak kelurahan meminta waktu seminggu untuk menyampaikan keinginan warga. Namun, selama satu pekan itu kafe tetap beroperasi.

Kondisi ini membuat warga tidak puas. Sabtu lalu, mereka yang jumlahnya ratusan orang akhirnya membakar Kafe L & L yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Setelah itu, massa bergerak ke Kafe dan Karaoke ”Y”, yang jaraknya sekitar 100 meter dari Kafe L & L. Kafe dan Karaoke ”Y” pun kemudian habis terbakar meski upaya pembakaran mendapat perlawanan dari pengelolanya.

Saat dua kafe lainnya dijadikan target pembakaran, aparat Polres Mataram datang dan meredam amarah warga sehingga kafe tersebut terselamatkan.

Blokir jalan

Di Bima, Pulau Sumbawa, NTB, Kamis lalu, warga Desa Monta memblokir jalan yang menghubungkan Desa Ngali dan Monta. Pemblokiran itu merupakan buntut dari kasus pembacokan terhadap M Noor H Usman (43), warga Desa Monta, yang diduga dilakukan H (30), warga Desa Ngali.

Menurut Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah NTB Ajun Komisaris Besar Sukarman Husen, pembacokan terjadi saat ada pertandingan sepak bola di lapangan Dusun Tolo Tangga, Desa Monta, Kecamatan Monta. ”Ketika itu, sekitar pukul 17.00 Wita, tiba-tiba H mendatangi Noor dan membacoknya sehingga lehernya terluka. H kemudian melarikan diri meski belum bisa ditangkap oleh petugas,” paparnya.

Kepala Bagian Bina Mitra Kepolisian Resor Bima Ajun Komisaris Mandra, yang dihubungi terpisah, mengatakan, setelah peristiwa itu, pukul 19.00 warga Desa Monta menutup jalan yang menghubungkan Desa Monta dengan Desa Ngali dan Desa Renda—keduanya di wilayah Kecamatan Belo. Namun, pada Jumat pagi jalan itu sudah dibuka kembali. (RUL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau