Mendiknas: Tingkatkan Kualitas Guru dan Lulusan PT!

Kompas.com - 02/11/2009, 10:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Peserta Rembuk Nasional (Nasional Summit) 2009 mengharapkan Depdiknas meningkatkan kualitas guru dan memperhatikan daya saing peserta didik perguruan tinggi.

"Untuk meningkatkan kualitas yang paling pokok adalah kualitas guru dan distribusinya," kata Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh seusai Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Senin (2/11).

Menurut Mendiknas, peningkatan kualitas guru sudah sesuai dengan amanat UU, yakni guru minimal S1. Untuk itulah diperlukan sertifikasi guru. Namun, hal tersebut hanya awal kariernya sebagai guru yang profesional.

Harapan peserta rembuk nasional yang kedua adalah meningkatnya daya saing peserta didik perguruan tinggi dengan memasukkan bahan kuliah kewirausahaan. Tujuannya, agar lulusan PT tidak menjadi beban.

"Kita ingin (mereka) menjadi solusi, maka di perguruan tinggi diberi kemampuan untuk wirausaha, sehingga bisa memotong arus pengangguran dan arus kemiskinan," ujar Nuh.

Poin masukan dalam rembuk nasional, ditambah dengan arahan presiden dan program menteri sebelumnya, akan diolah menjadi program 100 hari. Rencananya, pada 5 November 2009 akan diumumkan oleh presiden.   

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau