Pemuda Lintas Agama Siap Jamin Bibit dan Chandra

Kompas.com - 02/11/2009, 13:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gelombang dukungan agar dua Pimpinan KPK (nonaktif), Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto, ditangguhkan penahanannya semakin membesar. Dewan Muda Pemuda Lintas Agama (DMLA) siap menjaminkan diri agar Polri menangguhkan penahanan terhadap dua Pimpinan KPK (nonaktif) tersebut.

"Kami siap untuk menjamin Pak Bibit dan Pak Chandra," kata Ketua Pemuda Muhammadiyah Izzul Muslimin, dalam jumpa pers pernyataan sikap DMLA, di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Sikap serupa juga disampaikan oleh perwakilan pemuda lainnya dalam kesempatan yang sama, yakni Ketua Pemuda Katolik Natalis Situmorang, Sekretaris Jenderal Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Albert Siagian, dan Koodinator Nasional Jaringan Muda Nahdlatul Ulama Idy Muzayyad.

Selain siap untuk memberikan diri sebagai jaminan terhadap Bibit dan Chandra, DMLA juga menyerukan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar segera turun tangan dengan melakukan reformasi di tubuh Polri dan Kejagung. "Kami minta supaya SBY melakukan kebijakan penggantian Kapolri dan Jaksa Agung," kata Izzul.

Penahanan tersebut, kata Izzul, hanya merupakan sebuah akibat dari konflik kepentingan oknum-oknum terkait dalam kasus ini. "Saya kira penangguhan penahanan ini sejalan agar proses hukum bisa berjalan sebagaimana mestinya," tukasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau