JAKARTA, KOMPAS.com — Berbeda dengan sejumlah kelompok yang mendukung pembebasan Bibit-Chandra, gabungan mahasiswa yang terhimpun dalam Aliansi Nasional Tindak Korupsi (ANTIK) justru mendukung Polri untuk menuntaskan kasus yang membelit Wakil Ketua KPK (nonaktif) itu.
Aspirasi dukungan untuk Polri itu disampaikan dalam unjuk rasa di depan Markas Besar Polri di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (2/11) sekitar pukul 12.00 siang tadi.
"Yang seharusnya dituntaskan adalah oknum-oknum yang bermasalah (Bibit-Chandra), bukan KPK-nya," tegas Ahmad Yani, perwakilan ANTIK.
Dengan sebuah banner ANTIK, para mahasiwa dari lima universitas mengecam pihak-pihak yang sengaja menggiring opini publik dan memanfaatkan kasus KPK untuk menutupi kasus Century yang lebih besar. "Bibit dan Chandra tidak superbody (kebal hukum) meski mendapat berbagai dukungan," tambahnya.
Selain ANTIK, Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GARASI) juga melakukan orasi di depan Mabes Polri dengan membawa spanduk dan bendera biru sebagai dukungan untuk Polri. GARASI turut mendukung Presiden SBY untuk melanjutkan proses hukum yang sudah ada. GARASI juga mengimbau masyarakat untuk tidak terjebak kepada opini publik yang dikembangkan Bibit-Chandra yang mencari simpati dan dukungan publik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang