Suzuki Ekspor Swift ke Thailand

Kompas.com - 03/11/2009, 11:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Suzuki Grand Vitara dan APV, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) telah mengekspor perdana Swift ke Thailand pertengahan Oktober lalu. Sebanyak dua unit sedan hatchback rakitan Indonesia tersebut dikirim secara utuh (CBU). Bahkan, rencananya Swift tersebut akan dipamerkan pada acara "Bangkok Motor Show 2010" yang digelar 1 hingga 13 Desember 2009 mendatang.

Direktur Penjualan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Rudjojo Nirjana mengatakan, dua unit perdana Swift tersebut akan dipelajari lebih lanjut oleh Suzuki Thailand. Pembelajaran memakan waktu sekitar dua hingga tiga bulan ke depan.

"Kalau berlanjut, kami harap Januari sudah bisa mengekspor sesuai permintaan pasar di Thailand. Potensinya ada, di samping pasar double-cab (kabin ganda), hatchback lumayan bagus di sana. Tapi kita masih belum bisa menentukan berapa jumlahnya," ujar pria yang lebih akrab dipanggil Joy kepada Kompas.com, Senin (2/11).

Varian Swift yang diekspor ke Negeri Gajah Putih tersebut, terang Joy, berbeda dengan yang dipasarkan di pasar domestik Indonesia. Swift ekspor akan menampilkan semua fitur canggih, seperti dual aribags, anti-brake lock system (ABS), electronic brake distribution (EBD), dan steering wheel audio switch.

"Yang pasti kita juga akan memanfaatkan perjanjian kerja sama antarnegara di ASEAN sehingga akan dibebani pajak 5 persen saja," papar Joy.

Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) per September, penjualan hatchback Suzuki ini tercatat sebanyak 2.734 unit.

Johannes Saragih, Marketing Export Department Head Suzuki, menambahkan, kinerja ekspor ke Thailand memang menurun cukup tajam hingga triwulan pertama tahun ini. Namun, pada November permintaan ekspor kembali berjalan.

"Selama ini kita hanya mengandalkan APV pick-up di Thailand, tapi selama krisis menurun hingga 70 persen. Bulan ini kita mulai ekspor 260 unit lagi ke sana (Thailand)," papar Johannes.

Sekadar informasi, selama ini SIM hanya mengandalkan produk multi purpose vehicle (MPV) miliknya, APV untuk diekspor ke 83 negara di dunia. Artinya, akan ada pelebaran jenis produk yang menjadi penopang ekspor Suzuki tahun depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau