JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa tidak ambil pusing terkait tingkat pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 4,8 persen di tahun 2010. Proyeksi IMF ini, lebih rendah dibandingkan proyeksi pemerintah yang memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan sebesar 5,5 persen.
"Pertumbuhan ekonomi 4,8 persen kan itu orang meramal. Namanya meramal bisa saja salah. Dulu juga mereka (IMF) bilang (pertumbuhan ekonomi) kita 2 persen, tetapi kita tetap 4 persen. Ya enggak apa-apa. Yang penting kita kerja keras," ujar Hatta, saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa (3/11).
Hatta tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2010 mendatang akan mencapai target sebesar 5 persen hingga 5,5 persen. Menurutnya, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi ini pemerintah akan menggenjot sektor konsumsi dalam negeri. Sebab, sektor ini menyumbang sebesar 60 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). "Saya selalu bicara kalau pertumbuhan sektor konsumsi harus tetap terjaga," tuturnya.
Disamping itu, sektor lainnya yang harus didorong adalah nilai ekspor, investasi, serta belanja pemerintah. Dia optimistis, ekspor akan membaik dan investasi mulai masuk ke Indonesia menyusul kondisi perekonomian yang mulai stabil. Kemudian, pihaknya juga akan mendorong Kementrian lembaga (K/L) untuk mempercepat pengucuran stimulus fiskal agar belanja pemerintah semakin tergenjot. "Stimulus fiskal harus kita dorong. saya sudah beritahukan menteri-menteri untuk mendorong," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang