JAKARTA, KOMPAS.com — Tim pencari fakta (TPF), yang dibentuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyelesaikan polemik dugaan pelemahan KPK, dijadwalkan akan bertemu Kapolri pada Rabu (4/11) sekitar pukul 13.30 di Kantor Wantimpres.
Kepada Kompas.com, Rabu pagi, salah satu anggota TPF, Amir Syamsuddin, mengatakan, pihaknya mengundang Kapolri beserta sejumlah penyidik Mabes Polri yang disebut-sebut dalam rekaman yang diputar dalam sidang Mahkamah Konstitusi kemarin, yaitu Benny, Parman, Gupu, dan Dikdik.
"Kapolri menyanggupi datang dengan tim penyidik Bibit dan Chandra. Kami perlu klarifikasi awal dari mereka tentang kasus ini," tuturnya.
Amir tak langsung mengiyakan ketika ditanya apakah para tokoh Trunojoyo ini diminta untuk memberikan konfirmasi seputar keterlibatannya dalam rekaman yang diduga berisi upaya pelemahan KPK. "Kita ikuti sama-sama saja nanti," tandasnya.
Selain bertemu dengan Kapolri dan para penyidik, TPF juga akan bertemu dengan tokoh LSM yang bergerak dalam upaya pemberantasan korupsi pada pukul 10.00 dan dilanjutkan bertemu dengan redaktur media massa pada malam harinya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang