Pekerja Metal Dukung KPK

Kompas.com - 04/11/2009, 10:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dukungan terhadap KPK dan dua pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, terus bergulir.

Di Gedung KPK, Rabu (4/11) ini, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar unjuk rasa menyatakan dukungannya. Dalam orasinya, FSPMI mendesak pemerintah untuk mendukung pemberantasan korupsi dan memperkuat KPK. "Keberadaan KPK sangat dibutuhkan di Indonesia. Kalau tidak ada KPK, investasi tidak akan masuk, dan tidak akan ada penciptaan lapangan kerja," kata Furqon dalam orasinya di Gedung KPK, Jakarta.

Pimpinan Cabang Pengurus Unit Kerja FSPMI Musoib mengatakan, unjuk rasa ini digelar untuk memberikan dukungan moral terhadap kinerja KPK dan pemberantasan korupsi. Di samping itu, FPSMI juga menyatakan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap KPK dan mendesak agar komisioner KPK dibebaskan dari tahanan kepolisian.

"Kalau sekarang kan baru ditangguhkan penahanannya. Kami minta agar mereka (Bibit dan Chandra) benar-benar dibebaskan," tandasnya. Menurutnya, pihaknya juga akan melakukan unjuk rasa di Gedung Mahkamah Konstitusi pada pukul 14.00.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau