TPF Menyadari Keterbatasan Kewenangan

Kompas.com - 04/11/2009, 12:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Pencari Fakta (TPF) menyadari bahwa kewenangan dan waktu kerjanya terbatas dalam menangani polemik dugaan upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keterbatasan waktu dua minggu dan ujung kinerja yang hanya berupa rekomendasi tak mungkin dapat memenuhi semua ekspektasi publik.

"Enggak mungkin tim dalam dua minggu bisa menjawab semua yang ada dalam rekaman. Cuma kami berharap maksimal dalam dua minggu bisa mengungkap garis besar concern yang diungkapkan," tutur salah satu anggota TPF, Todung Mulya Lubis, dalam pertemuan dengan pegiat hukum dan antikorupsi di Kantor Wantimpres, Rabu (4/11).

Todung mengatakan, pada awal tugasnya, TPF telah melakukan sebisanya dengan meminta Polri menangguhkan penahanan Bibit dan Chandra, menangkap Anggodo, dan mengambil langkah tegas terhadap Kabareskrim Komjen Susno Duadji.

"Itu sudah kita sampaikan. Tapi ini kan benang kusut," lanjutnya.

Ketua Tim Adnan Buyung Nasution mengatakan, ini momentum yang tepat untuk menggerakkan kembali gerakan antikorupsi di Indonesia. Adnan menegaskan bahwa peran civil society dan pers begitu besar. Oleh karena itu, TPF sangat membutuhkan bantuan keduanya di tengah keterbatasan yang ada.

Hal senada juga dilontarkan anggota lainnya, Anies Baswedan. Menurutnya, sulit dibayangkan tim dapat menghasilkan rekomendasi besar hanya dalam dua minggu.

"Meski kewenangan dan rekomendasi kami terbatas, kita punya hak untuk menunjukkan problem-problem yang ada," tegasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau