Chris John Batal Hadiri Konvensi WBA di Kolombia

Kompas.com - 04/11/2009, 18:48 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Chris John batal menghadiri konvensi WBA di Kolombia, 16 November mendatang. Juara dunia kelas bulu WBA ini baru sembuh dari penyakit demam berdarah, sehingga dia mengambil keputusan itu.

"Kondisi saya masih lemah setelah masuk rumah sakit Telogo Rejo Semarang karena terserang demam berdarah pada 28-31 Oktober," ujar Chris John di Jakarta, Rabu (4/11).

Chris John mengaku, kondisi fisiknya masih sangat lemah. Selain itu, dia sedang menjalani masa pemulihan.

Karena itu, Chris John membatalkan niatnya ke Kolombia. Padahal sebelumnya dia sangat antusias menuju ke Kolombia meski tidak mendapat keuntungan apapun.

Selain batal ke Kolombia, niat melakukan latihan ke Australia, 15 November mungkin dibatalkan juga. Pasalnya, dokter masih melarangnya untuk melakukan latihan berat. Hal itu yang membuatnya menjalani istirahat total di Semarang.

Namun ia menyempatkan diri datang ke Jakarta untuk memberikan dukungan moral kepada petinju amatir yang akan berlaga di SEA Games XXV. Ia beharap para petinju nasional mampu mempersembahkan medali emas di SEA Games Laos.

Menyumbang medali emas di SEA Games merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang atlet. Semua itu pernah dirasakannya saat menyabet medali emas SEA Games XIX Jakarta tahun 1997 melalui cabang wushu.

Dari situlah semangatnya semakin terpompa mengibarkan bendera merah-putih di berbagai pertarungan internasional ketika sudah melangkah ke tinju profesional. Apalagi saat meraih juara dunia kelas bulu versi WBA yang pertama kali tahun 2003 di Bali dari tangan Oscar Leon (Kolombia).

Hal itu merupakan catatan sejarah tersendiri bagi Chris John karena saat itu bersamaan dengan konvensi WBA di Bali. Karena itu, ketika mendapat undangan hadir menghadiri konvensi WBA di Kolombia, ia sempat ingin mengikutinya sebelum sakit demam berdarah menjadi penghalang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau