ICW: Pengunduran Diri Susno dan Ritonga Terlambat

Kompas.com - 05/11/2009, 12:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko mengatakan, pengunduran diri yang dilakukan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Susno Duadji dan Wakil Jaksa Agung (WJA) Abdul Hakim Ritonga dinilai sudah terlambat.

"Pengunduran diri mereka sangat terlambat karena hal itu telah diusulkan banyak pihak sejak lama," kata Danang Widoyoko di Jakarta, Kamis (5/11).

Menurut dia, pengunduran diri tersebut seharusnya tidak hanya sebatas pada Kabareskrim Polri dan Wakil Kejagung, tetapi seharusnya diikuti oleh sejumlah pejabat yang dinilai bertanggung jawab atas dugaan rekayasa perkara yang menjerat dua pimpinan KPK (nonaktif), Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

Pengunduran diri pucuk pimpinan dua lembaga penegak hukum tersebut, ujar dia, akan memudahkan upaya untuk melakukan "pembersihan" baik di tubuh Polri maupun Kejaksaan Agung.

Danang juga mengatakan, pengunduran diri Kabareskrim Mabes Polri dinilai sangat tepat karena Susno memiliki konflik kepentingan dengan sejumlah kasus yang sedang ditangani KPK.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri sebelum mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden di Jakarta, Kamis, mengatakan, Komjen Susno Duadji mengajukan permohonan pengunduran diri.

"Bukan ditindak. Sudah kami jelaskan, bukan main copot-copotan. Dia mengundurkan diri dan ada proses selanjutnya. Jadi bukan main copot karena kami memakai prosedur," kata Bambang.

Di tempat yang sama, Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan, Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga telah mengajukan permohonan pengunduran diri secara lisan pada Rabu siang dan akan segera menyampaikan permohonan secara tertulis pada Kamis pagi.

"Kemarin dia menyatakan mengundurkan diri, dan pagi ini secara tertulis surat pengunduran diri akan diserahkan kepada saya," kata Hendarman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau