JAKARTA, KOMPAS.com — Adik buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Anggoro Widjojo, Anggodo Widjojo, mengaku takut dengan KPK. Ketakutan ini meluncur dari mulut Anggodo ketika bertemu di depan Tim Delapan di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden, Jakarta, Kamis (5/11).
Awalnya, Ketua Tim Delapan Adnan Buyung Nasution bertanya apakah Anggodo masih tinggal di alamat yang sebelumnya. Ketika Anggodo menjawab "iya", Adnan meminta referensi jaminannya. Mulai dari pertanyaan ini, Anggodo mengaku dirinya dan sejumlah rekan serta kerabat merasa takut. Bahkan kalaupun diperlukan, Anggodo bersedia tidur di Mabes Polri atau Kantor Wantimpres.
"Saya minta perlindungan. Bukan saya takut diadili rakyat. Karena saya yakin saya juga rakyat yang butuh keadilan. Selain itu begitu gencarnya rakyat.... Yang saya takutkan itu bukan rakyat, tapi KPK," tutur Anggodo.
Menanggapi hal tersebut, Buyung akhirnya menyampaikan bahwa dalam setiap pemeriksaan Anggodo di Polri ataupun KPK akan ada salah satu anggota Tim Delapan yang mengawasi langsung. Sementara itu, Anggodo mengaku siap menjalani pemeriksaan baik oleh Mabes Polri maupun Tim Delapan. Bahkan, dirinya berani menjamin akan taat hukum kapan saja.
Anggodo adalah tokoh sentral dalam rekaman pembicaraan yang disadap KPK dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan Sistem Komunikasi Radio Terpadu di Departemen Kehutanan yang diduga melibatkan Anggoro Widjojo, Direktur PT Masaro Radiokom. Percakapan yang dilakukan Anggodo dengan sejumlah orang diduga berisi rekayasa untuk mengkriminalisasi dua pimpinan KPK (nonaktif), Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang