Waduh... Alergi Kok sama Sperma Suami!

Kompas.com - 05/11/2009, 17:57 WIB

PENNSYLVANIA, KOMPAS.com — Pasangan pengantin baru ini mengalami kejutan malam pertama yang tidak mengenakkan saat tahu bahwa sang istri alergi terhadap sperma suaminya.

Mike dan Julie Boyde telah berkencan selama dua tahun ketika akhirnya menikah dan memutuskan untuk melakukan hubungan seks tanpa kondom pertama kalinya pada sore itu. Namun, seketika itu juga, pengantin wanita menderita sakit yang tidak tertahankan. Belakangan, mereka akhirnya tahu itu karena sperma Mike.

Sekarang mereka terpaksa menunda rencana untuk mendapatkan bayi karena tampaknya tubuh Julie akan merusak sperma Mike. Mike (27) dan Julie (26) berasal dari Ambridge, Pennsylvania, Amerika Serikat. Mereka mulai berpacaran ketika masih menjadi mahasiswa dan bertunangan dua tahun kemudian. Mereka menikah tahun 2005.

Setelah melewati resepsi pernikahan, saat menikmati malam pertama mereka sebagai suami-istri, sesuatu yang buruk justru terjadi. "Sebelumnya kami selalu hati-hati dan menggunakan pelindung, kali ini kami tidak," ujar Julie. "Kami berpikir, kami telah menikah. Jika hamil, maka tidak apa-apa," lanjutnya.

Namun, mimpi pasangan itu untuk memiliki anak pupus sudah. Sekarang mereka berencana untuk mengadopsi. Namun, Julie menambahkan, "Ada baiknya juga bahwa saya akhirnya tahu itu bukan karena kehamilan karena rasanya sangat menderita."

"Sakit yang saya rasakan itu di dalam. Rasanya sama seperti seseorang sedang menusuk-nusukkan jarum ke dalam tubuh saya, seperti terbakar saja rasanya. Itu sangat menakutkan. Sakitnya berlangsung selama berminggu-minggu," kata Julie.

"Dalam skala satu sampai 10, itu adalah 10," katanya untuk melukiskan rasa sakit yang dialaminya.

Setelah sejumlah tes dan kunjungan ke dokter, pasangan itu akhirnya diberi tahu bahwa Julie menderita hipersensitif plasma seminal (seminal plasma hypersensitivity). Dokter Andrew Goldstein mengatakan, "Tubuhnya mengenal sperma sebagai satu protein asing, sama seperti dia mengenal sebuah kacang penyebab alergi atau sebuah serbuk sari sehingga tubuh jadi bengkak, terasa gatal, dan urat saraf meradang. (Sakit) itu berarti bahwa tubuh Julie menyerang sperma Mike, membuatnya menjadi tidak aktif."

Temuan itu memupuskan rencana Julie untuk hamil. Sekarang, setelah sebuah treatment yang gagal, mereka berencana untuk mengadopsi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau