GAZA, KOMPAS.com - Kendati berseteru secara politik, Hamas dan Fatah masih bisa bekerja sama. Hal itu nampak dari upaya mereka membantu ribuan warga setempat untuk menjalankan ibadah haji. Pada Jumat (6/11), ratusan warga Palestina di Gaza mulai berangkat ke Mekah.
Untuk kepentingan ini, kedua organisasi tersebut menyetujui 4.500 orang melaksanakan ibadah haji. Israel juga bekerja sama dengan membolehkan pengiriman vaksin ke Gaza untuk virus flu H1N1, guna melindungi jemaah dari penyakit tersebut, dan suntikan dilaksanakan ketika jemaah masuk Mesir melalui perlintasan Rafah di ujung selatan jalur itu.
Tahun lalu warga Palestina dari Gaza tidak dapat melakukan ibadah haji karena perselisihan antara kedua gerakan politik penting Palestina itu. Kelompok Islam Hamas merebut kekuasan jalur pantai miskin itu pada 2007 dan mengusir para aggota kelompok sekuler Fatah.
Kedua kelompok itu dalam setahun terakahir tidak berusaha untuk mendamaikan perbedaan mereka atau bahkan menyetujui mengenai jadwal langkah-langkah ke arah berakhirnya. Namun pemerintah yang dipimpin-Fatah di Tepi Barat dan pemerintah Hamas di Gaza ini kini telah berusaha untuk menyetujui daftar nama untuk diajukan pada pemerintah Arab Saudi yang menyelenggarakan ibadah haji.
Sami Abdallah, 34, menyatakan ia mengharapkan kerja sama Hamas-Fatah dapat membantu sebagai model untuk menyebuhkan pembelahan politik yang telah memecah-belah Palestina. "Saya minta mereka untuk mengakhiri pembagian itu atau membiarkan kami sendiri," tegas Abdallah, yang menyertai ibunya dalam ibadah haji itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang