Bertemu Anggoro, Antasari Mencari Tahu Oknum KPK Penerima Suap

Kompas.com - 08/11/2009, 14:54 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com — Kuasa hukum Antasari Azhar, Ari Yusuf Amir, mengatakan, kliennya menemui Anggoro Widjojo di Singapura hanya untuk mencari tahu apakah ada oknum KPK yang menerima suap. 

Seperti yang diberitakan, Antasari sempat membuat testimoni yang menjadi salah satu alasan polisi untuk mempersangkakan pimpinan (nonaktif) KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Antasari sendiri pernah menemui Direktur PT Masaro Radiokom tersebut di Singapura.

"Rangkaian pertemuan Pak Antasari dengan Anggoro semata-mata hanya untuk mengecek kebenaran apakah benar tidak ada oknum KPK yang menerima suap," ungkap Ari saat menemani pemeriksaan Tim 8 terhadap Antasari, Minggu (8/11) di Gedung Wantimpres, Jakarta.

Sebelumnya, kata Ari, Antasari sempat mendapat informasi dari Edi Sumarsono yang menyebutkan bahwa ada oknum KPK yang menerima suap. "Ketika Pak Antasari menangani kasus Masaro ini, dia melihat, kok jalannya kasus ini begitu lambat. Nah, informasi inilah yang membuat Pak Antasari bertanya bahwa jangan-jangan ini benar informasinya," kata Ari.

Hal inilah, kata Ari, yang menjadi dasar Antasari untuk menemui Anggoro dan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. "Persoalannya yang dicek kebenarannya ini oleh Pak Antasari ini adalah oknum-oknumnya, bukan institusinya. Makanya beliau sangat berhati-hati dalam dalam melakukan proses penyelidikan itu," tuturnya.

Karena itu, Ari berharap agar Antasari diberikan haknya untuk berbicara di depan publik terkait keterangan yang dimilikinya mengenai perkembangan kasus tersebut. "Sekarang tidak fair kalau yang lain bisa bicara kepada publik, sementara Pak Antasari tidak dapat kesempatan. Jadi, selalu beliau dipojokan. Karena itu ada ceritanya dari beliau bisa sampai muncul testimoni," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau