Pilihan Terbatas bagi Obama

Kompas.com - 09/11/2009, 05:29 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyelesaikan kajian strategi perang di Afganistan, Sabtu (7/11). Tidak ada pilihan mudah bagi Obama, tetapi sejumlah pilihan final telah dipertimbangkan, termasuk pengiriman sekitar 30.000 tentara tambahan ke Afganistan.

Dengan menurunnya antusiasme dan dukungan publik AS dan Eropa atas perang di Afganistan, para pakar memperingatkan bahwa Obama hanya memiliki pilihan penambahan terbatas dalam jumlah pasukan. Banyaknya tentara AS yang tewas dalam perang di Afganistan mengikis dukungan publik terhadap perang sehingga penambahan anggota pasukan justru bisa menjadi hambatan politis bagi Presiden Obama menjelang pemilu tengah musim tahun depan.

Saat ini, ada sekitar 67.000 tentara AS dan 40.000 tentara sekutu di Afganistan. Di bawah pilihan final Pentagon yang diajukan ke Gedung Putih, tambahan tiga brigade perang akan dikerahkan dan sebuah markas besar divisi didirikan di dekat Kandahar di selatan Afganistan, yang juga basis Taliban, sebagai bagian dari penambahan 30.000 tentara.

Jumlah tentara tambahan itu lebih kecil daripada permintaan komandan pasukan AS di Afganistan, Jenderal Stanley McChrystal, yaitu 40.000 tentara. Namun, 30.000 tentara itu lebih banyak daripada jumlah yang mungkin akan didukung sekutu-sekutu Obama di Partai Demokrat.

Obama akan mengumumkan jumlah pasukan tambahan untuk Afganistan pada pekan ini, kemungkinan setelah pelantikan Presiden Afganistan Hamid Karzai. Washington yakin keberhasilan strategi perlawanan pemberontakan (counterinsurgency) di Afganistan bergantung pada cara memenangi dukungan publik bagi pemerintahan di Kabul.

Terkuat

Dalam sebuah laporan baru, lembaga International Crisis Group (ICG) memperingatkan bahwa Taliban tengah berada di titik terkuat sejak terguling tahun 2001. ”Mereka yakin sedang berada di atas angin,” sebut ICG.

Banyak pejabat militer merasa bahwa kurangnya pasukan tidak memungkinkan mereka menjaga wilayah pedesaan. Akan tetapi, bagi sejumlah tokoh Partai Demokrat dan analis, penambahan personel pasukan besar-besaran bukanlah jawaban untuk memenangi perang di Afganistan melawan Taliban dan Al Qaeda.

Waheed Mujda, analis yang berbasis di Kabul, mengatakan, Uni Soviet telah belajar bahwa jumlah pasukan besar bukan jaminan kemenangan. Pasukan Uni Soviet diusir dari Afganistan tahun 1989, 10 tahun setelah menginvasi negara itu.

”Sejarah telah menunjukkan bahwa pasukan asing yang besar jumlahnya bukan solusi. Uni Soviet, tetangga kami, mengerahkan 120.000 tentara,” kata Mujda.

Obama telah mengisyaratkan untuk berbicara kepada elemen moderat Taliban. Mujda juga meyakini solusi bagi Afganistan adalah negosiasi.

Akan tetapi, pemimpin Taliban, Mullah Brader Akhund, memperingatkan bahwa pasukan AS tidak akan pernah menang. ”Perang ini akan selesai jika semua penjajah keluar dari negeri kami,” ujarnya.  (afp/reuters/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau