Anggodo Masih Istirahat di Rumah

Kompas.com - 09/11/2009, 15:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha Anggodo Widjojo yang diduga menjadi tokoh sentral rekayasa pemidanaan dua pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, hingga kini masih beristirahat di rumah.
     
"Pak Anggodo masih kelelahan setelah menjalani pemeriksaan minggu kemarin," kata pengacara Anggodo, Bunaran Situmeang, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/11).
    
Ia mengatakan, kliennya istirahat di rumah atas rekomendasi dokter. "Jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menjalani pemeriksaan, saya siap menghadirkan," kata Bonaran.
   
Menurut dia, Anggodo saat ini sedang berada di rumah salah satu kerabatnya di Jakarta dan tidak pergi ke luar kota atau luar negeri. Ia juga menegaskan, Anggodo hingga kini tidak berstatus sebagai tersangka dalam kasus apa pun.
   
Jumat (6/11), Anggodo keluar dari Mabes Polri untuk check up kesehatan karena kelelahan setelah diperiksa Polri sejak Selasa (3/11) malam.
    
Peran Anggodo terkuak ketika Mahkamah Konstitusi memutar rekaman pembicaraan yang diduga untuk rekayasa memidanakan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
   
Dalam rekaman itu, peran Anggodo cukup dominan sehingga Polri menangkapnya seusai menghadiri siaran langsung di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta.
    
Namun, hingga kini Polri belum menetapkan Anggodo sebagai tersangka dalam kasus apa pun karena belum memiliki bukti permulaan yang cukup.
    
Nama lain yang muncul dalam rekaman itu adalah Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Susno Duadji, dan mantan Jaksa Agung Muda bidang intelijen Wisnu Subroto. Akibat rekaman itu, Abdul Hakim dan Susno mengundurkan diri.
    
Kini, Tim 8 yang dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih mengusut kasus itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau