JAKARTA, KOMPAS.com — Pengusaha Anggodo Widjojo yang diduga menjadi tokoh sentral rekayasa pemidanaan dua pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, hingga kini masih beristirahat di rumah.
"Pak Anggodo masih kelelahan setelah menjalani pemeriksaan minggu kemarin," kata pengacara Anggodo, Bunaran Situmeang, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/11).
Ia mengatakan, kliennya istirahat di rumah atas rekomendasi dokter. "Jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menjalani pemeriksaan, saya siap menghadirkan," kata Bonaran.
Menurut dia, Anggodo saat ini sedang berada di rumah salah satu kerabatnya di Jakarta dan tidak pergi ke luar kota atau luar negeri. Ia juga menegaskan, Anggodo hingga kini tidak berstatus sebagai tersangka dalam kasus apa pun.
Jumat (6/11), Anggodo keluar dari Mabes Polri untuk check up kesehatan karena kelelahan setelah diperiksa Polri sejak Selasa (3/11) malam.
Peran Anggodo terkuak ketika Mahkamah Konstitusi memutar rekaman pembicaraan yang diduga untuk rekayasa memidanakan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.
Dalam rekaman itu, peran Anggodo cukup dominan sehingga Polri menangkapnya seusai menghadiri siaran langsung di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta.
Namun, hingga kini Polri belum menetapkan Anggodo sebagai tersangka dalam kasus apa pun karena belum memiliki bukti permulaan yang cukup.
Nama lain yang muncul dalam rekaman itu adalah Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Susno Duadji, dan mantan Jaksa Agung Muda bidang intelijen Wisnu Subroto. Akibat rekaman itu, Abdul Hakim dan Susno mengundurkan diri.
Kini, Tim 8 yang dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih mengusut kasus itu.