Kartu Domino Penanda 20 Tahun Ambruknya Tembok Berlin

Kompas.com - 09/11/2009, 19:41 WIB

BERLIN, KOMPAS.com — Kartu domino raksasa bakal dirobohkan pada peringatan 20 tahun runtuhnya Tembok Berlin. Kartu tersebut juga menjadi penanda bagaimana pemerintahan komunis di Eropa Timur jatuh secara beruntun pada 1989.
 
Sementara itu, pada Senin (9/11), para pemimpin dunia akan bergabung bersama ribuan orang pada peringatan yang membuka jalan berakhirnya Perang Dingin. Perayaan utama di kota akan berlangsung di Gerbang Brandenburg, simbol reunifikasi Jerman tahun 1990.

Komunis Jerman Timur membangun tembok baja sepanjang 155 kilometer pada 1961 yang mengelilingi Berlin Timur. Tembok itu kemudian mencegah warga Jerman Timur lari ke wilayah negara kapitalis. Lebih dari 100 orang diyakini tewas di Tembok Berlin ketika berusaha melarikan diri. Tembok itu dibuka secara mendadak pada 9 November 1989 menyusul aksi protes pro-demokrasi.

Sementara itu, Guenter Schabowski, mantan pejabat Jerman Timur yang komentarnya menyebabkan ambruknya tembok, mengakui adanya kerusakan komunikasi dengan ketua partainya, Egon Krenz, mengenai pengumuman peraturan baru perjalanan warga Jerman Timur.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia tidak menyesalkan apa yang disebut kesalahan sendiri yang menyebabkan Jerman bergabung secara damai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau