Presiden Minta Petugas Haji Sigap, Responsif, Antisipatif

Kompas.com - 09/11/2009, 20:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar petugas penyelenggara haji sigap, responsif, dan antisipatif dalam menangani masalah-masalah yang mungkin timbul selama pelaksanaan ibadah haji 2009.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali kepada wartawan di Kantor Kepresidenan Jakarta, Senin (9/11) malam, seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Yudhoyono mengenai penyelenggaraan ibadah haji 2009.

"Presiden meminta agar masalah-masalah yang timbul segera diselesaikan agar tidak menjadi besar," katanya.

Presiden, lanjut dia, juga berpesan agar pelayanan haji terus ditingkatkan dari semenjak jemaah haji berangkat hingga kembali pulang ke Tanah Air.

Pada kesempatan itu Menag melaporkan bahwa untuk penyelenggaraan ibadah haji 2009, Indonesia memberangkatkan 208.240 orang jemaah haji ke Arab Saudi, di mana kloter pertama diberangkatkan pada 23 Oktober 2009. Jemaah haji tersebut diberangkatkan dengan dua maskapai, yaitu Garuda Indonesia sebanyak 302 kloter dan Saudi Arabia Airlines sebanyak 176 kloter.

Menag juga melaporkan bahwa perubahan penggunaan paspor coklat menjadi hijau tidak menimbulkan masalah karena semua paspor dan visa telah selesai diterbitkan pada 10 Oktober 2009. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah telah mengasuransikan seluruh jemaah haji Indonesia dan menyediakan layanan kesehatan yang memadai di Arab Saudi.

Ia melaporkan bahwa hingga 9 November 2009, 45 jemaah menjalani perawatan di rumah sakit, 21 meninggal dunia karena penyakit bawaan, dan satu orang melahirkan.

Pemondokan

Terkait dengan permasalahan pemondokan jemaah haji, Menag mengatakan bahwa penanganan pemondokan jemaah haji secara umum pada 2009 jauh lebih baik daripada pada penyelenggaraan ibadah haji 2008.

Sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan ibadah haji, antara lain masalah pemondokan, pelayanan makan, transportasi, pelayanan kesehatan, dan embarkasi-debarkasi yang ada di Tanah Air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau