Korban Tewas Palopo Meningkat jadi 18 Orang

Kompas.com - 10/11/2009, 01:44 WIB


MAKASSAR, KOMPAS.com - Tim Search and Rescue (SAR) dan warga setempat berhasil menemukan sebanyak 18 orang korban dan terus mencari empat orang lagi yang masih tertimbun tanah longsor Kota Palopo Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sebelumnya, proses pencarian dari pagi hingga sore tadi telah ditemukan sebanyak sembilan orang. Sementara suasana di penampungan jenazah korban longsor terus berdatangan dan keluarga korban terus menanti kedatangan jasad keluarga mereka.
   
Sedangkan keluarga korban histeris dan tak kuasa melihat jenazah yang sudah kaku dan dipenuhi tanah. Melihat posisi jasad korban, diperkirakan mereka tertimbun tanah saat mereka tertidur dan berusaha melarikan diri dari hantaman tanah bercampur air ini.

Salah satu tim SAR mengungkapkan, tim gabungan SAR dari TNI, Polri, Tagana, Pemadam Kebakaran dan warga setempat mengalami kesulitan mencari korban akibat kurangnya peralatan yang memadai dan akses jalan yang terputus sehingga peralatan berat juga terhambat masuk.

Sebelumnya enam korban pertama ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, Senin sekira pukul 09.00 di pesisir sungai Bambalu. Mereka ditemukan di dua titik yaitu kilometer 13 dan kilometer 18 trans Palopo-Toraja. Korban kemudian di evakuasi ke Masjid Al Ikhlas, kelurahan Battang Barat.

Selang beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 Wita, tim kembali menemukan tiga mayat di kilometer 18 trans Palopo-Toraja. Beberapa diantara korban tersebut ditemukan dalam kondisi tragis karena sebagian tubuhnya dilalporkan sudah tidak ada.

Selain itu, setidaknya terdapat 51 titik longsor di kilometer 20 hingga kilometer 30, Jalan poros propinsi dari Palopo menuju Tana Toraja. Titik longsor yang terparah terjadi di Lingkungan To’jambu.

Sekitar 100 meter jalan provinsi di lingkungan ini dipastikan tidak dapat dilalui kendaraan. Sejauh ini tim penyelamat baru mengidentifikasi 15 unit rumah yang tertimpa longsor. Selain itu, sejumlah pipa PDAM yang merupakan salah satu proyek di Palopo juga mengalami kerusakan akibat timbunan longsor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau