Masjidil Haram Padat, Mekkah Macet

Kompas.com - 10/11/2009, 17:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang hari wukuf Arafah yang diperkirakan jatuh pada tanggal 26 November mendatang, Kota Mekkah al-Mukarammah semakin dipadati jemaah haji dari berbagai negara. Bahkan, penjagaan keamanan pun sudah terlihat ketat. Selain laskar berpakaian seragam polisi, aparat berseragam loreng pun berjaga-jaga.

Dari Indonesia, jumlah anggota jemaah yang sudah berada di kota suci itu diperkirakan sudah lebih 55.000 orang. Padatnya jemaah haji membuat transportasi di Kota Mekkah tersendat, terutama di sekitar Masjidil Haram pada saat menjelang dan sesudah waktu shalat wajib lima waktu.

Sari pemantauan Media Center Haji (MCH) PPIH Daerah Kerja Mekkah, Masjidil Haram, Selasa siang ini, jamaah haji banyak yang terpaksa naik di lantai dua untuk shalat. Bahkan, tidak sedikit yang melaksanakan tawaf di lantai dua dan tiga paling atas.

Adapun di semua ruangan di dalam Masjidil Haram, khususnya di lantai satu, jemaah penuh menyesaki tempat shalat, tawaf, dan sai. Sebagaian lainnya menghabiskan waktu dengan membaca Al Quran. Sementara itu, di setiap pojok pelataran Masjidil Haram pun banyak anggota jemaah yang beristirahat, tiduran, sampai makan dan minum di sana.

Suasana ini bisa dilihat di pelataran Pintu Malik Abdul Aziz, Babusalam (depan Maulid Nabi), dan Pintu Ismail. Namun, tidak sedikit juga anggota jamaah haji yang menonton proyek pembangunan di sekitar Masjidil Haram.

Tidak heran jika arus lalu lintas di pusat Kota Mekkah, khususnya di sekitar Masjidil Haram, macet. Kemacetan semakin parah sebelum dan sesudah pelaksanaan shalat wajib.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau