JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang hari wukuf Arafah yang diperkirakan jatuh pada tanggal 26 November mendatang, Kota Mekkah al-Mukarammah semakin dipadati jemaah haji dari berbagai negara. Bahkan, penjagaan keamanan pun sudah terlihat ketat. Selain laskar berpakaian seragam polisi, aparat berseragam loreng pun berjaga-jaga.
Dari Indonesia, jumlah anggota jemaah yang sudah berada di kota suci itu diperkirakan sudah lebih 55.000 orang. Padatnya jemaah haji membuat transportasi di Kota Mekkah tersendat, terutama di sekitar Masjidil Haram pada saat menjelang dan sesudah waktu shalat wajib lima waktu.
Sari pemantauan Media Center Haji (MCH) PPIH Daerah Kerja Mekkah, Masjidil Haram, Selasa siang ini, jamaah haji banyak yang terpaksa naik di lantai dua untuk shalat. Bahkan, tidak sedikit yang melaksanakan tawaf di lantai dua dan tiga paling atas.
Adapun di semua ruangan di dalam Masjidil Haram, khususnya di lantai satu, jemaah penuh menyesaki tempat shalat, tawaf, dan sai. Sebagaian lainnya menghabiskan waktu dengan membaca Al Quran. Sementara itu, di setiap pojok pelataran Masjidil Haram pun banyak anggota jemaah yang beristirahat, tiduran, sampai makan dan minum di sana.
Suasana ini bisa dilihat di pelataran Pintu Malik Abdul Aziz, Babusalam (depan Maulid Nabi), dan Pintu Ismail. Namun, tidak sedikit juga anggota jamaah haji yang menonton proyek pembangunan di sekitar Masjidil Haram.
Tidak heran jika arus lalu lintas di pusat Kota Mekkah, khususnya di sekitar Masjidil Haram, macet. Kemacetan semakin parah sebelum dan sesudah pelaksanaan shalat wajib.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang